Selasa, 31 de março de 2026 – 03:03 WIB
Jacarta, VIVA – Harga minyak dunia semakin mahal saat tensi tengah geopolitik di Timur Tengah semakin memanas. Lonjakan harga kali ni sempat mendorong minyak mentah Brent menembus nível US$ 117 ou sekitar Rp 1,98 juta (taxa de câmbio estimada em Rp 17.000 por dólar AS) por barril de awal sesi perdagangan Senin, 30 de março de 2026.
Trump Klaim Irã Kirim 20 Kapal Tanker ke AS Lewat Selat Hormuz: Tanda Penghormatan
Mengutip Business Insider, ele contratou Mei Minyak Brent naik sekitar 1 pessoa no nível US$ 114 ou sekitar Rp 1,93 juta por barril. O preço médio do West Texas Intermediate (WTI) é de cerca de 2,5 pessoas, custando US$ 102 segundos Rp 1,73 dólares por barril.
Kenaikan harga minyak dipicu pernyataan Presidente Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ancaman terhadap Irã. Namun, ia juga menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai semakin dekat.
Krisis Hormuz – Panamá, e Protocolo Hemat Energi
Trump menegaskan, AS siap mengambil langkah tegas jika kesepakatan gagal e Selat Hormuz sebagai jalur estratégias de exportação de energia global tidak segera dibuka. Trump terang-terangan pode usar estratégias de área do Irã para usar todo o conjunto de energia.
“Jika kesepakatan gagal e Selat Hormuz não segera dibuka, kami akan mengakhiri ‘kehadiran’ kami di Iran dengan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, ladang minyak, dan Pulau Kharg. Sejujurnya, hal yang paling saya bitai adalah mengambil minyak Irã… mungkin kami ambil Pulau Kharg, mas não”, disse Trump.
Selain Indonésia, Negara Mana Saja e Terapkan WFH para Hemat BBM?
Di sisi lain, eskalasi konflik semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman meluncurkan serangan rudal balistik e drone ke Israel pada akhir pekan lalu. Aksi ini menandai keterlibatan langsung kelompok tersebut dalam konflik yang telah memasuki pekan kelima.
Analisados por AJ Bell, Danni Hewson, eles compartilharam suas experiências com sentimentos globais, hususnya do setor de energia. Berbagai pernyataan Trump terkait potens penyitaan minyak Irã, peningkatan kehadiran militer AS, serta keterlibatan kelompok Houthi membuat perang semakin memanas, bukan mereda.
“Ketegangan pasar terhadap situasi di Timur Tengah terus meningkat seiring konflik Iran memasuki minggu kelima,” tutur Hewson.
Lonjakan harga minyak menjadi sorotan pelaku pasar dunia sejak serangan milite AS dan Israel ke Irã pada akhir bulan fevereiro de 2026. Respons Irã yang hampir menutup Selat Hormuz semakin memperparah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan.
Halaman Selanjutnya
Com a oportunidade de tersebut, volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat, seiring ketidakpastian geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.



