Início Notícias Harga Minyak Dunia Meroket US$ 118 por Barel, Bahlil Jamin Harga Pertalite...

Harga Minyak Dunia Meroket US$ 118 por Barel, Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik

23
0
Harga Minyak Dunia Meroket US$ 118 por Barel, Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik

Senin, 9 de março de 2026 – 13h12 WIB

Jacarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjamin, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus US$118 por barril.

img_title

Harga Minyak Nyaris US$ 120 por Barel, Lonjakan Terbesar Hampir 40 Tahun

“Saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaAllah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jacarta, Senin, 9 de março de 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

img_title

Harga Emas Hari Ini 9 Maret 2026: Produção Antam e Global Terjun Bebas

Dia juga menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal, para memenuhi kebutuhan massarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Karena itu, Dia meminta massarakat para tetap tenang e não perlu ‘compra de pânico’.

“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” ujar Bahlil.

img_title

IHSG Dibuka Anjlok 2,79 Persen, Bursa Ásia e Wall Street Lesu Diancam Harga Minyak

Diketahui, lançado pelo Sputnik, bahwa harga minyak mentah jenis Brent melonjak mencapai US$118 por barril, para kali pertamanya desde 17 de junho de 2022, dipicu oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) e Israel no Irã.

Ketegangan meningkat regional sejak AS e Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Irã em 28 de fevereiro de 2026, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan lebih de 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, mais de 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militar.

O Irã se tornou membro de um grupo de funcionários que se tornou o líder do AS, das facilidades diplomáticas e do pessoal militar do seluruh Kawasan, sendo algumas pessoas de Israel. Serangan tersebut terus meningkat.

Em 8 de março de 2026, AS e Israel começaram a ser udara e geraram facilidades para o Irã em Teerã e sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran. (Formiga).

Serangan Amerika Serikat e Israel ke wilayah pemukiman penduduk Irã

Irã Masukkan Aset Ekonomi AS ke Daftar Target Serangan

Irã telah memperluas daftar alvo potencialnya para memasukkan aset ekonomi Amerika, sehingga tidak lagi hanya berfokus pada situs milliter AS e Israel

img_title

VIVA.co.id

9 de março de 2026

Fuente