Golkar Pastikan Kadernya Dijatuhi Sanksi Berat Jika Terbukti Terlibat di Kasus dr Icha

Senin, 13 de julho de 2026 – 13h30 WIB

Jacarta, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji memastikan investigasi terhadap kadernya interno yang diduga mengintimidasi dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni ou dr. Icha, masih terus berjalan.

img_title

Golkar Usul Besaran Dana BOS Ditingkatkan, Sarmuji Beberkan Alasannya

Sarmuji menegaskan parttainya akan menjatuhkan sanksi berat, termasuk pemecatan, apabila hasil investigasi membuktikan adanya keterkaitan tindakan kadernya com kematian dr. Icha.

“Ya sudah, kan sudah. Jadi gini, kita pasti akan berikan sanksi bahkan sanksi yang berat sekalipun termasuk pemecatan kalau terbukti ada korelasi tindakannya dengan kematian Icha itu ya. Dan itu membuktikan itu kan tidak mudah. Kita juga ingin adil,” kata Sarmuji di Komplik Parlemen, Senayan, Jacarta, Senin, 13 de julho de 2026.

img_title

Hitungan Dana BOS Dinilai Belum Ideal, Golkar: Tiap Siswa Harusnya Dapat Rp18 Juta per Tahun

Di sisi lain, Golkar tetap mengedepankan asas keadilan dalam memproses kasus tersebut. Maka itu, Golkar tak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum memperoleh bukti yang kuat mengenai hubungan sebab akibat antara tindakan yang diduga dilakukan kadernya com kematian dr. Icha.

“Kita berikan sanksi seberat-beratnya kalau dia terbukti melakukan kesalahan, tetapi kita juga mesti adil, betul-betul mengetahui benar bahwa ada sebab kausalitas antara tindakan itu dengan kematian yang kemarin,” ujar Sarmuji.

img_title

Tutup Diklat Nasional 2026, PP AMPG Tanam 444.444 Pohon: Bisa Selamatkan Jutaan Nyawa

Sarmuji mengatakan investigasi hingga interna kini masih berlangsung. Pihaknya masih menggali berbagai informasi e keterangan dari sejumlah sumber para memastikan Fakta yang sebenarnya.

Ia trocadilho menyebut kadernya membantah tuduhan tersebut. Namun, menurutnya, Golkar tidak hanya berpatokan pada keterangan dari pihak yang bersangkutan.

“Kalau pelakunya ngakunya pasti enggak ya kan, tapi kan kita lagi cari sumber yang lain, apakah enggak beneran,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni didagnosis mengalami depresi berat setelah dibentak oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, saat menangani pasien gigitan ular. Dua pekan kemudian, dokter muda yang akrab disapa dr. Icha itu meninggal dunia. Keluarga mendesak camera penegak hukum segera bertindak.

Dokter muda itu meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026, di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang setelah sebelumnya dirawat akibat mengalami depresi berat.

Halaman Selanjutnya

Di tengah isak tangis keluarga, cantou ayah, Gabriel Pakaenoni, berdiri dengan suara bergetar e menyampaikan satu kalimat yang langsung mengguncang nurani para pelayat: “Tiga anggota dewan itu telah mengakhiri hidup anak saya.”

Halaman Selanjutnya

Fuente