Geger Teror Pembakaran Permukiman di Matraman, Nyaris Diamuk Warga Usai Tertangkap

Selasa, 12 de maio de 2026 – 09:05 WIB

Jacarta, VIVA – Warga wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim), resah rebelut aksi teror pembakaran yang terjadi pada Minggu, 10 de maio de 2026, dini hari.

img_title

Siswa SMA de Bima Kota Meregang Nyawa Usai Dikeroyok e Ditusuk, Teman! Polícia Bongkar Motifnya

Pembakaran terjadi sekira pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Lip curiga pasca rekaman pengawas camera (CCTV) de alguns titik memperlihatkan sosok pria yang sama berkeliaran e menyulut api di area permukiman.

“Jam 03.00 sampai jam 04.00 dini hari kejadiannya. Setelah terlihat dari CCTV, dari sisi kanan kiri menjurus titiknya ke sini. Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, ‘Oh iya itu anak saya’,” tutur Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru Ramdani, Selasa, 12 de maio de 2026.

img_title

Kesal Kontrak Kerjanya Tak Diperpanjang, Pria Ini Kirim Paket Daging Babi ke 7 Masjid

Usei keberadaan terduga pelaku diketahui lipa, massa de alguns wilayah langsung mendatangi lokasi rumah pelaku. Warga yang datang itu berasal from RW 03, RW 04, RW 05 serta RW 06. Mereka merasa resah dengan serangkaian aksi pembakaran tersebut.

“Warga itu dari tiga RW kemungkinan, RW 4, RW 5, RW 6, bahkan mungkin RW 3 juga ada. Setelah diketahui terduga ini ada di daerah sini, orang dari mana-mana nujunya ke sini,” kata dia.

img_title

137 Napi di Lampung Diduga Jalankan Love Scamming de Dalam Rutan

Meskipun situasi sempat memanas, Ramdani memastikan warga masih bisa menahan diri sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri. Terduga pelaku kemudian diamankan e dibawa ke Polsek demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Alhamdulillah, bisa diredam dan pelaku bisa diamankan. Tidak ada pukulan dan sebagainya, bisa aman, karena di sini sudah banyak orang, dikhawatirkan anak ini tidak terjamin keamannanya, akhirnya dibawa ke Polsek,” ujarnya.

Dia trocadilho menyebutkan terduga pelaku itu merupakan seorang remaja yang baru lulus kuliah e dikenal tertutup di lingkungan tempat tinggalnya. Pria yang akrab dipanggil A (24) é disebut jarang berinteraksi com lip sekitar.

“Remaja, baru lulus kuliah. Umurnya sekitar 24 tahunan. Orangnya tertutup, jarang keluar, tidak berbaur dengan remaja lainnya,” tutur dia.

Dia memaparkan jika A tinggal bersama ibu dan adiknya. Sementara cantou ayah disebut sudah sekitar dua tahun tidak diketahui keberadaannya. Warga juga menduga terduga pelaku memiliki gangguan psikologis ou depresi. Dugaan itu muncul dari cara pelaku melakukan aksinya yang dinilai tidak biasa.

Halaman Selanjutnya

“Kita ada anggapan ke situ. Soalnya, setelah dia sekekusi, api sudah nyala, dia balik lagi, dicek. Kalau niatnya mau bakar sekaligus kan biasanya langsung kabur, tapi ini dicek lagi, ‘Oh sudah nyala belum?’ begitu,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Fuente