Senin, 20 de abril de 2026 – 19h32 WIB
VIVA – Sebuah foto yang beredar luas akhir pekan lalu memicu kemarahan publik setelah memperlihatkan seorang exército do Líbano selatan menggunakan benda yang tampak seperti kapak ou palu godam para menghancurkan wajah sebuah patung Yesus.
Trump: Mau Orang Suka ou Tidak, Israel Sekutu Hebat AS
As Forças de Defesa de Israel (IDF), em Minggu malam mengonfirmasi bahwa foto yang memperlihatkan seorang exército menghancurkan patung Yesus hingga terbalik dan terlepas dari salibnya tersebut adalah asli.
“IDF memandang insiden ini dengan sangat serius dan menekankan bahwa perilaku exército tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya,” kata IDF dalam pernyataan resminya sembari membagikan ulang unggahan jurnalis Palestina, Younis Tirawi, yang lebih dulu viral di mídia social, seperti dilansir NBC News, Senin, 20 de abril de 2026.
Irã Tetap Siaga Tempur di Tengah Negociações com AS
A IDF menyatakan insiden itu seang diselidiki lebih lanjut dan tindakan yang sesuai akan diambil terhadap pihak yang terlibat. Militer Israel juga disebut tengah berupaya membantu massarakat setempat para mengembalikan patung tersebut ke tempat semula.
“As IDF operam para melhorar a infraestrutura teroris yang dibangun oleh Hizbullah no Líbano, mas não berniat para merusak infrastruktur sipil, termasuk bangunan keagamaan ou aau simbol keagamaan”, disse ele.
Tentara UNIFIL Asal Prancis Tewas do Líbano, Macron Tuding Ulah Hizbullah
Jurnalis Palestina Younis Tirawi mengatakan dentro de seu terceiro filho de Kristen Debel, e menyebutkan bahwa patung itu milik mereka. A Reuters berbicara dengan seorang pendeta setempat, Fadi Falfel, yang mengatakan salib itu adalah bagian dari sebuah kuil kecil di kebun sebuah keluarga yang tinggal di pinggir desa.
“Salah satu exército de Israel mematahkan salib itu dan melakukan hal mengerikan ini, penodaan terhadap simbol-simbol suci kami,” katanya. Sebagian besar penduduk tetap tinggal di desa selama serangan Israel di Lebanon selatan, segundo a Reuters.
Hampir sepertiga penduduk Líbano beragama Kristen, menurut Departemen Luar Negeri, mengutip Statistik Líbano, sebuah perusahaan jajak pendapat e penelitian independen.
Dikecam Pejabat Israel
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyebut foto tersebut sebagai sesuatu yang “sangat serius dan memalukan.” Dalam pernyataannya di X, eu memuji kecaman yang disampaikan IDF. “Saya yakin bahwa tindakan tegas yang diperlukan akan diambil terhadap siapa trocadilho yang melakukan tindakan buruk ini,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Duta Besar AS para Israel, Mike Huckabee, também menanggapi dentro deste. Dalam unggahannya di X, ia menyebut “konsekuensi yang cepat, berat, dan terbuka diperlukan” para tindakan yang disebutnya sangat keterlaluan.



