Senin, 29 de junho de 2026 – 23h17 WIB
VIVA – Rencana PSSI mudou o Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) com o Timnas Indonesia saat menghadapi lawan-lawan kuat di ajang FIFA ASEAN Cup mulai memancing reaksi do Vietnã. Bahkan, salah satu media di negara tersebut menilai langkah itu berpotensi memberikan keuntungan besar bagi skuad Garuda.
Persija Kedatangan Pelatih Baru setelah Shin Tae-yong, Sosok yang Tak Asing di Timnas Indonésia
Kekhawatiran itu muncul setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa Timnas Indonésia berpeluang memainkan memainkan laga-laga tertentu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, khususnya saat menghadapi tim comngan bass torcedor besar seperti Vietnã e Tailândia.
“Kalau melawan Vietnã, Tailândia, ou tim besar lainnya, kemungkinan kita akan menggunakan Stadium besar seperti GBK”, disse Erick Thohir.
Arema FC Bongkar Alasan Arkhan Fikri Layak Bela Timnas Indonésia
“Jika ada negara yang jumlah pendukung yang datang dari negaranya terbatas, mungkin kita mempertimbangkan Stadium lebih kecil,” sambungnya.
Erick menjelaskan, ada alguns pertimbangan di balik opsi tersebut. Selain menyesuaikan antusiasme torcedor agar kapasitas estádio tetap terisi ideal, PSSI juga ingin menjaga kualitas lapangan dengan melakukan rotasi penggunaan Stadium.
Erick Thohir Apresiasi Talenta Terbaik Indonésia Jebolan Soccer Challenge All-Stars Tampil ke SingaCup 2026
“Kita ingin menjaga kapasitas estádio tetap terisi dengan baik dan juga memastikan ada rotasi penggunaan lapanga,” também Erick.
Pernyataan Erick Thohir é langsung menjadi sorotan media Vietnã, Soha. Dalam laporannya, Soha menilai rencana PSSI menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat menghadapi Vietnã bukanlah keputusan biasa. Menurut mereka, Indonésia sengaja memanfaatkan salah satu senjata terbesar yang dimiliki, yakni dukungan puluhan ribu suporter di kandang.
A mídia tersebut menilai atmosfera GBK selama ini menjadi keuntungan yang sulit dimiliki negara lain di kawasan Asia Tenggara. Sorakan suporter Merah Putih diyakini mampu memberikan tekanan psikologis kepada tim tamu sekaligus membakar semangat para pemain Indonésia sepanjang pertandingan.
Karena itu, Soha menyebut keputusan PSSI membuka peluang menggunakan GBK sebagai kandang saat menghadapi Vietnam dapat menjadi strategi to memaksimalkan keuntungan bermain di hadapan public sendiri. Dengan kapasitas lebih dari 70 ribu penonton, Indonésia dinilai berpotensi memperoleh dorongan moral yang sangat besar apabila laga benar-benar digelar di estádio tersebut
John Herdman Bidik Gelar Copa FIFA ASEAN
Halaman Selanjutnya
Di tengah sorotan terhadap rencana penggunaan GBK, pelatih Timnas Indonésia John Herdman menegaskan alvo besarnya bersama skuad Garuda. Pelatih asal Canadá é ingin ingin Indonésia menjadi penguasa Ásia Tenggara melalui ajang FIFA ASEAN Cup.