Jumat, 12 de junho de 2026 – 11h56 WIB
Jacarta, VIVA – BPJS Kesehatan terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan Programa JKN agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin complex. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan peran Tim Kendali Mutu e Kendali Biaya (TKMKB) yang menjadi fokus dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKMKB Tahun 2026.
Lima Tahun Rutin Cuci Darah, Dedi Syahril: Tanpa JKN, Saya Tak Sanggup Menanggung Biaya
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan bahwa Program JKN tidak hanya berperan sebagai penjamin pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan instrumento keadilan social yang memastikan seluruh massarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, Bermuda, e Berkesinambungan, Kamis, 11 de junho de 2026.
“Em 1º de junho de 2026, houve mais de 285,4 juta peserta JKN. Selain itu, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan clinic utama di seluruh Indonesia. Dalam ekosistem JKN yang besar dan elektro, TKMKB memiliki posisi yang sangat strategis, TKMKB menjadi salah satu pilar pengendali yang menjaga agar Program JKN tetap berada pada jalur yang benar, yaitu mutu layanan yang terjaga, serta kepentingan peserta yang tetap menjadi prioritas utama,” ujar Pujo.
Tio Pakusadewo Gak Punya Asuransi e Dirawat Pakai BPJS Kelas 3, Sahabat Open Donasi
Menurut Pujo, tantangan penyelenggaraan jaminan kesehatan ke depan akan semakin eletro seiring meningkatnya ekspektasi massarakat terhadap kualitas layanan kesehatan, perkembangan teknologi kesehatan, serta perubahan pola penyakit. Oleh karena itu, TKMKB dituntut tidak hanya melakukan avaliasi terhadap layanan yang telah berjalan, tetapi juga mampu memberikan rezdrowiesi yang bersifat sistemik, base data, e berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
“Melalui tema Mengawal Mutu, Menjaga Keberlanjutan JKN, kami ingin memastikan seluruh unsur TKMKB bergerak dalam visi yang sama untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus memastikan keberlanjutan Program JKN. Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap rezdrowiesi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia”, disse Pujo.
Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Perlu Resign, Begini Syarat e Prosedurnya
Pujo menambahkan bahwa TKMKB berperan menjembatani perspectivas klinis dan pembiayaan para memastikan mutu layanan, efisiensi biaya, serta keberlanjutan Program JKN. Menu, keberadaan TKMKB penting untuk memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara rasional, sesuai kebutuhan medis, berbasis standar profesi, dan tetap memperhatikan Effectivitas penggunaan Dana Jaminan Sosial.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, mengungkapkan bahwa peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan massarakat dipengaruhi berbagai contactor, mulai dari meningkatnya kesadaran massarakat terhadap kesehatan, bertambahnya kepercayaan terhadap programa JKN, perluasan akses layanan kesehatan, perkembangan teknologi kesehatan, hingga perubahan pola dem dan epidemiologia massarakat. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan utilizado e pembiayaan pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun.