Dorong Koperasi Produktif e Berdaya Saing, Dirut LPDB Koperasi Tinjau KKMP Sampangan e KUD Usaha Mina

Jumat, 19 de junho de 2026 – 19h44 WIB

Jacarta, VIVA – Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, e KUD Usaha Mina di Kota Semarang, Jawa Tengah.

img_title

LPDB Koperasi Perkuat Peran de Ekonomi Syariah Nasional

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya LPDB A operação no ecossistema de operação de sementes sekaligus sekaligus memastikan pengembangan usaha productif koperasi berjalan ideal dan memberikan manfaat nyata bagi majarakat.

Kunjungan diawali di KKMP Sampangan yang foi diresmikan operasionalnya em 16 de maio de 2026. Dalam waktu kurang de satu bulan, koperasi tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dengan jumlah anggota mencapai 250 orang dan omzet useha sekitar Rp60 juta per bulan.

img_title

LPDB Hadirkan Coaching Clinic Opera por Kegiatan Seruni Kabinet RI, Ada Selvi Gibran e Sita Juliantono

Menurut Krisdianto, capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki prospek besar untuk menjadi pusat atividades ekonomimasyarakat apabila dikelola secara profesional dan didukung oleh kolaborasi berbagai pihak.

“KKMP Sampangan menjadi contoh bagaimana koperasi dapat tumbuh cepat ketika mendapatkan dukungan massarakat e membangun kemitraan usaha yang kuat. Este sejalan dengan semangat pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat”, disse Krisdianto.

img_title

LPDB Koperasi Ajak Suporter Sepak Bola Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Selain memiliki gedung gedung yang representante, KKMP Sampangan juga telah menjalin berbagai kemitraan strategis to memperkuat usahanya. Koperasi tersebut bekerja sama dengan ID FOOD dalam penyediaan kebutuhan pokok massarakat seperti minyak goreng, telur, beras, gula, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di sisi lain, KKMP Sampangan juga bermitra dengan Pertamina dalam distribusi tabung gas serta membuka akses pemasaran bagi berbagai produk UMKM milik anggota koperasi. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana koperasi mampu menjadi penghubung antara pelaku industri, usaha micro, e massarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Krisdianto mengunjungi KUD Usaha Mina para meninjau langsung salah satu unit useha unggulan koperasi berupa produksi é batu balok yang digunakan sebagai media pendente para o setor kebutuhan perikanan.

Unidade usaha tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan sekaligus mendukung rantai pasok setor perikanan di wilayah pesisir. Menurut Krisdianto, usaha productif seperti ini perlu terus didorong agar koperasi mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi anggotanya.

Halaman Selanjutnya

“Kami melihat banyak potens useha productif yang dapat terus dikembangkan oleh koperasi. Kehadiran LPDB Koperasi é adalah to memastikan koperasi memiliki akses pembiayaan yang memadai sehingga mampu meningkatkan skala usaha, memperluas manfaat ekonomi bagi anggota, dan memperkuat daya saingnya,” kata Krisdianto.

Halaman Selanjutnya

Fuente