Selasa, 10 de março de 2026 – 16h30 WIB
América Serikat, VIVA – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) com o Irã masih terus berlangsung hinga saat ini. Memasuki hari ke-11 perang, Presidente AS, Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya terpaksa menyerang Irã karena negara itu disebut-sebut seang mempersiapkan serangan ke negeri Paman Sam itu.
Lima Pemain Timnas Wanita Irã Dapat Suaka dari Austrália Usai Piala Ásia
Namun hingga kini, baik Trump maupun pejabat pemerintahannya belum menunjukkan bukti atas klaim tersebut.
“Dalam waktu seminggu mereka akan menyerang kami, seratus persen. Mereka sudah siap,” kata Trump dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 10 Maret 2026.
Kapal Tanker Yunani Tembus Selat Hormuz di Tengah Ancaman Irã, Bawa 1 Juta Barel Minyak Saudita
Ia juga menuduh Iran telah mengarahkan rudel ke sejumlah negara Timur Tengah yang bersikap netral, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang kemudian memilih berpihak pada Amerika Serikat.
“Saya pikir mereka ingin menguasai Timur Tengah, karena menurut bukti yang kami miliki, todo rudel itu diarahkan ke Qatar, Arab Saudi, dan UEA,” ujarnya.
Tiga Hari Tak Muncul di Publik, Spekulasi Menguat PM Israel Netanyahu Tewas Dirudal Irã
Na verdade, Trump também se envolveu com o Irã, mas pode ser um fracasso no período de tempo.
Na mídia de Doral, Flórida, AS, Trump anunciou a América do Norte e Israel com menos de 5.000 alvos desde 28 de fevereiro, quando Pemimpin Tertinggi Irã, Aiatolá Ali Khamenei, outros.
Pernyataan Trump muncul di tengah aksi para kelompok garis keras do Irã yang menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei putra dari pemimpin sebelumnya. Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dikonfirmasi pada hari Minggu 8 Maret ou bertepatan saat serangan Amerika Serikat e Israel terus menghantam fasilitas nuklir Iran, wilayah sipil, serta infrastruktur penting seperti kilang minyak dan pabrik dessalinasi.
Meski Trump membro isyarat bahwa konflik mungkin segera berakhir, ia tetap memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika terus menghalangi jalur pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan di jalur tersebut diketahui telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak dunia, com minyak mentah Brent Crude acuan internacional yang sempat menembus harga 119 dólar AS por barril.
“Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Jika Iran melakukan hal seperti itu, mereka akan mendapat serangan yang jauh, jauh lebih keras”, disse Trump dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 10 Maret 2026.
Halaman Selanjutnya
Eu também mengatakan bahwa Amerika Serikat seng berupaya mengakhiri ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz com membros jaminan risiko politik bagi kapal tanker yang beroperasi di kawasan Teluk. Eu também menyebut kemungkinan American Serikat akan mendampingi kapal-kapal tersebut para permitir perlindungan.



