Kamis, 18 de junho de 2026 – 19h48 WIB
Jacarta, VIVA – Nama Davina Karamoy ikut terseret dalam penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma International ou Hanania Group.
Política: Korban Hanania Travel Diperkirakan 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp95 Miliar!
Setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar enam jam di Polda Metro Jaya, actris tersebut akhirnya buka suara mengenai hubungan kerjanya com biro perjalanan itu.
Com o ensino de kuasa hukumnya, Davina mengaku menjawab seluruh pertanyaan penyidik yang berkaitan com keberangkatannya ke Tanah Suci bersama Hanania Travel.
Terkuak! Hanania Travel Bermasalah Sejak 2023, Sering Gali Lubang Tutup Lubang
“Ada alguns pertanyaan dan sudah terjawab semua, sudah selesai sih,” ucap Davina di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 18 de junho de 2026.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik turut mendalami bentuk kerja sama yang pernah dijalani Davina com Hanania Travel. O filme não é um filme completo, mas não é nada menos do que saku dari pihak penyelenggara perjalanan umrah tersebut.
Awkarin e Vokalis Guyon Waton Tidak Hadiri Pemeriksaan Kasus Umrah Hanania Group, Ini Alasannya
No entanto, Davina menegaskan yang diterimanya foi dikembalikan kepada penyidik sebagai bentuk itikad baik.
“Sama seperti yang lain, dan memang saya mendapat uang saku. Untuk uang sakunya sudah dikembalikan juga,” kata dia.
Davina kemudian menceritakan awal mula dirinya mengenal Hanania Travel. Neste caso, eu mengaku melihat banyak publik figure yang telah lebih dulu berangkat umrah melalui biro perjalanan tersebut. A reputação é membuatnya merasa yakin para menerima tawaran kerja sama.
“Terus ditawari, dikasih Instagram Hanania, ya aku melihat Instagram-nya dan aku memang lihat banyak review-review. Beberapa teman artis juga banyak yang diberangkatkan sebelum aku. Jadi pada saat itu memang waktunya juga pas di bulan September aku ingin umrah, akhirnya melakukan kerja sama setelah itu,”oujar dia.
Kasus yang kini bergulir di kepolisian, menurut Davina, menjadi pengalaman berharga bagi dirinya agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja sama di masa mendatang.
“Ini jadi pembelajaran juga sih buat aku untuk lebih mawas diri e lebih berhati-hati aja,” tutur dia.
Sementara itu, kuasa hukum Davina, Yulius Irawansyah, mengatakan kliennya mendapat sekitar 30 pertanyaan dari penyidik. Pemeriksaan berfokus pada bentuk kerja sama yang pernah dilakukan dengan Hanania Travel, termasuk keberangkatan umrah yang dijalani Davina.
Halaman Selanjutnya
Yulius menegaskan kliennya memang memiliki niat beribadah ke Tanah Suci jauh sebelum mengenal Hanania Travel. Karena itu, ketika mendapat tawaran kerja sama, Davina memutuskan berangkat pada 2024.