Início Notícias De-dolarisasi Untungkan Emas, Deutsche Bank Prediksi Harga Bakal Melonjak 80 Persen

De-dolarisasi Untungkan Emas, Deutsche Bank Prediksi Harga Bakal Melonjak 80 Persen

25
0
Harga Emas Dunia Naik, Siap-siap Nyungsep Bulan Depan

Rabu, 29 de abril de 2026 – 15h07 WIB

Jacarta, VIVA – Sebagai salah satu aset lindung nilai (porto seguro) yang dinilai kebal inflasi, emas terus menjadi sorotan pelaku pasar bahkan perhatian semakin besar sejak meletusnya perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) e Irã.

img_title

Ternyata Ini Alasan Sony Naikkan Harga PS5 na Indonésia

Perubahan arah peta keuangan global mulai memberi sinyal kuat terhadap masa depan emas di tengah tren de-dolarisasi yang kian menguat.

Banco investasi asal Jerman, Deutsche Bank, menilai meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi ekonomi global mendorong banyak negara mengalihkan cadangan devisa mereka dari dolar AS ke emas sebagai aset lindung nilai.

img_title

Harga Minyak Dunia Tembus Rp1.8 Juta saat Trump Bahas Proposta Damai Irã

Jenis logam mulia ini diproyeksikan menjadi aset paling diuntungkan bahkan berpotensi melonjak hampir dua kali lipat dari harga saat ini dalam alguns tahun ke depan.

Dalam laporan terbaru yang dirilis pada Senin, 27 de abril de 2026, Deutsche Bank melaporkan sejumlah bank sentral semakin agresif menambah cadangan emas. Aproveite este ano para economizar dinheiro, negar o risco de perda de dinheiro e a volatilidade global.

img_title

Harga Minyak Dunia Tembus Rp 1,82 Juta, Pasar Waspada Krisis Energi saat Konflik AS-Iran Memanas

Ilustrasi harga emas dunia.

Ilustrasi harga emas dunia.

“Banco-banco sentral ini menambahkan lebih dari 225 juta ons emas ke cadangan mereka sejak krisis keuangan 2008, sementara kepemilikan dolar AS turun dari lebih dari 60 persen di awal 2000-an menjadi sekitar 40 persen saat ini,” tulis Deutsche Bank dikutip dari Mining.com cai Rabu, 29 de abril de 2026.

Tren pembelian emas juga tidak lagi didominasi negara besar. Selain China, Rússia, Índia, e Turki, negara seperti Cazaquistão, Arábia Saudita, Catar, Mesir, hingga Uni Emirado Árabe juga mulai meningkatkan pembelian emas.

Se isso acontecer, porsi emas em cadangan bank central global diperkirakan bisa meningkat hingga 40 persen dari saat ini sekitar 30 persen. Durante a simulação que foi realizada, o Deutsche Bank memperkirakan harga emas berpotensi besar naik hampir 80 pessoas do nível saat ini.

“O Deutsche Bank menjalankan simulasi yang memproyeksikan harga emas akan mencapai US$ 8.000 (sekitar Rp 138,5 juta com taxa de câmbio estimada Rp 17.320 por dólar) por nós em lima tahun”, demikian prediksi bank asal Jerman ini.

Melansir laman Gold Price, harga emas dunia diperdagangkan pada level US$4.570,05 atau sekitar Rp 79,14 juta per ons pada Rabu, April 29, 2026 at pukul 15,00 WIB. Este valor equivale a 0,52 pessoas por sessão.

Halaman Selanjutnya

Meski proyeksi tersebut bersifat konseptual, pandangan ini sejalan dengan consenso industri yang melihat emas sebagai penerima manfaat utama dari tren de-dolarisasi global, terutama saat kepercayaan terhadap aset berbasis dolar mulai melemah.

Halaman Selanjutnya

Fuente