Selasa, 26 de maio de 2026 – 07:00 WIB
VIVA –musim ajaib Como 1907 akhirnya mencapai titik yang bahkan mungkin tak dibayangkan sebagian besar pencinta sepak bola Itália algunsapa tahun lalu. Clube kecil yang sempat bangkrut itu kini resmi akan tapil di Liga Champions para pertama kalinya sepanjang sejarah setelah menghancurkan Cremonese 4-1 no final da Série A 2025/2026.
Kisah Legendaris: Mukjizat Istanbul 2005, Malam Liverpool Bangkit de Kematian e Mengguncang Dunia
Kemenangan di Stadio Giovanni Zini, Senin dini hari WIB, menjadi malam paling bersejarah bagi club milik Djarum Group tersebut. Como bukan hanya menembus empat besar, tetapi juga berhasil menyingkirkan dua raksasa Italia, AC Milan e Juventus, dari zona Liga dos Campeões.
Hasil itu terasa fazendo dramatis karena di saat bersamaan Milan derrotando 1-2 do Cagliari, sementara Juventus hanya bermain imbang 2-2 melawan Torino no Derby Torino. Situasi tersebut membuat Como finis di posisi manteve-se classificado na Serie A com 71 pontos, unggul tipis atas Milan e Juventus.
Massimiliano Allegri e Tiga Petinggi Jadi Tumbal AC Milan Gagal na Liga Champions
Inter de Milão enviou keluar sebagai juara Liga Itália com 87 pontos setelah bermain imbang 3-3 melawan Bologna. Os nerazzurri venceram com 10 gols no Napoli e terminaram em segundo lugar.
Namun, sorotan terbesar justru mengarah ke Como. Club yang pada 2018 berada di ambang kehancuran kini menjelma menjadi salah satu kisah paling romantis dalam sepak bola Eropa.
Cara Fabregas Sulap Klub Milik Orang Kaya Indonésia Lolos Liga Campeões
Perjalanan Como
Como memulai semuanya da Série D, caste kelima sepak bola Itália. Setelah diakuisisi pada 2019, clube itu perlahan naik level. Mais promoções para a Série C, a próxima Série B e a última temporada da Série A em 2024.
Hanya dalam duamusim di kasta tertinggi Italia, Como langsung menciptakan kejutan besar. Musim lalu mereka finis di posisi ke-10. Setahun kemudian, mereka sekses merebut ticket Champions League.
Lebih mengejutkan lagi, pencapaian itu tidak dibangun lewat belanja gila-gilaan seperti yang dilakukan club-club kaya Eropa lainnya. Como justru berkembang lewat proyek jangka panjang yang rapi dan terukur.
Di tangan Cesc Fabregas, clube ini berkembang menjadi tim com identidades permainan yang jelas. Fabregas bukan sekadar pelatih, tetapi juga bagian dari proyek besar Como sebagai pemegang saham minoritas bersama legend Arsenal lainnya, Thierry Henry.
Halaman Selanjutnya
Sentuhan mantan gelandang Barcelona e Arsenal itu terlihat nyata sepanjangmusim. Como tampol tajam sekaligus sólido. Mereka bahkan menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik Serie Amusim ini.



