Dampak Negatif Kendaraan ODOL, dari Kerusakan Jalan hingga Tingginya Potensi Kecelakaan

Senin, 29 de junho de 2026 – 08:22 WIB

Jacarta, VIVA – Komitmen Pemerintah para criar o Zero Over Dimension Over Load (ODOL) que será o segredo máximo em janeiro de 2027, mas será lançado em todos os meses. Hal ini dikarenakan kerugian yang harus ditanggung akibat dari kendaraan yang melebihi kapasitasnya melintas di jalan.

img_title

Bukan Hanya Helm e Sabuk Pengaman, Amalkan Doa Naik Kendaraan Sebagai Perlindungan Utama

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan, kendaraan ODOL membro dampak negatif yang cukup banyak, seperti pemborosan angaran. Dari sisi ini, potensi kerugian negara untuk perbaikan jalan seedal mencapai kisaran Rp 43,45 triliun hingga Rp 47,43 triliun per tahun, yang didominasi oleh biaya preservasi perbaikan jalan.

“Tidak hanya itu, truk ODOL mempercepat kerusakan jalan, memangkas umur infrastruktur dari yang seharusnya 11 tahun menjadi hanya 3 tahun. Penurunan usia jalan ini diakibatkan oleh tekanan beban berlebih menyebabkan jalan retok dan berlubang jauh sebelum jadwal pemeliharaan normal,” kata Dody dalam keterangannya, Senin, 29 de junho de 2026.

img_title

Warkopolim Milik Gofar Hilman Kebakaran, Begini Kronologinya

Truk Kelebihan Muatan, Truk ODOL

Truk Kelebihan Muatan, Truk ODOL

Karenanya, Dody trocadilho mendukung kebijakan zero ODOL yang akan diterapkan pada awal tahun depan. Sebab, úmido kendaraan ODOL terhadap jalan tidak hanya terjadi di jalan tol, tetapi juga lebih signifikan di jalan arteri non-tol yang memiliki spesifikasi teknis lebih rendah.

img_title

Prabowo Target Tutup 800 BUMN Merugi, Klaim Bisa Hemat Triliunan

Senada, Wakil Ketua Pemberdayaan e Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno menjelaskan, harus ada langkah berani e bijak dari pemerintah untuk menertibkan truk berdimensi e bermuatan lebih.

“Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan truk menjadi salah satu penyebab fatalitas tertinggi kedua setelah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ODOL menjadi pemicu kecelakaan terbanyak nomor dua secara seedal,” Djoko’s kata.

Djoko yang juga akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu juga mengatakan, angka yang paling tinggi itu adalah kecelakaan sepeda motor, yakni 77.4 persen, karena umumnya pengguna sepeda motor besar sekali dan banyak akhirnya mengalami kecelakaan.

Sementara kecelakaan yang disebabkan oleh ODOL ada di an 10.5 persen, disusul oleh kendaraan angkutan orang 8 persen, mobile penumpang 2.4 persen, and lainny.

“Dari sisi ekonomi, ODOL selain tidak memenuhi standar Kawasan perdagangan bebas ASEAN, juga membuat lemahnya daya saing seedal, termasuk salah satu penyebab menurunnya daya saing infrastruktur,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Sedangkan Pengamat Perlindungan Konsumen e Kebijakan Publik, Tulus Abadi menjelaskan, Korlantas Mabes Polri mempunyai dados kerugian jiwa yang melayang akibat truk ODOL. Seiring pertumbuhan ekonomi, keberadaan truk ODOL pun makin meningkat termasuk potens penggarannya.

Halaman Selanjutnya

Fuente