Kamis, 4 de junho de 2026 – 06:21 WIB
Jacarta, VIVA – Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana terus menjadi sorotan publik. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), banyak pihak mempertanyakan bentuk dugaan korupsi yang sebenarnya dilakukan dalam tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) Program.
Apa Itu Ilmu Entomologia Terapan? Jurusan S3 Dadan Hindayana da Universidade Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover
Tak hanya Dadan Hindayana, Kejagung juga menetapkan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya e Lodewyk Pusung sebagai tersangka. Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tahun angaran 2025-2026 yang menyebabkan kerugian keuangan negara.
Seja aqui, penyidik masih mendalami besaran keuntungan yang diduga diperoleh para tersangka. No entanto, Kejagung mengungkap terdapat dua sumber utama yang menjadi fokus penyidikan, yakni dugaan permainan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) e dugaan markup pada sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.
Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN!
Dugaan Permainan na Penunjukan Mitra SPPG
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan pihaknya masih melakukan penghitungan terhadap total keuntungan yang diduga dinikmati para tersangka.
Menyusul Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Harta Kekayaan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Jadi Sorotan
“Perhitungan masih berjalan. Jadi masih berjalan, kami belum bisa menyampaikan berapa total pastinya,” tuturnya, dikutip Kamis, 4 de junho de 2026.
Dalam penyidikan yang berlangsung, Kejagung menemukan dugaan adanya pengaturan dalam proses penunjukan mitra pembangunan SPPG. Padahal, sesuai ketentuan yang berlaku, pembangunan titik layanan MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terhubung com sekolah penerima manfaat.
No entanto, penyidik menduga sejumlah yayasan yang terafiliasi com para tersangka tetap dapat masuk ke dalam programa setelah memperoleh perlakuan khusus dalam proses verifikasi.
Menurut penyidik, dugaan penyimpangan tersebut berdampak besar karena setiap SPPG menerima insentif operacional do programa MBG. Dana insentif itu diduga mengalir kepada yayasan-yayasan yang memiliki keterkaitan dengan para tersangka.
“Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi diantaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS e Saudara LP,” kata dia.
Marcação Dugaan Proyek Pengadaan
Selain menelusuri aliran dana dari insentif SPPG, Kejagung juga mendalami dugaan keuntungan yang diperoleh melalui berbagai proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.
Halaman Selanjutnya
Penyidik menduga para tersangka melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga proses pengadaan tidak disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan maupun Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang semestinya menjadi dasar pelaksanaan proyek.