Selasa, 24 de março de 2026 – 04:02 WIB
Jacarta, VIVA – Perubahan penampilan Lucinta Luna kembali menjadi sorotan. Sosok yang selama ini dikenal com citra feminino itu kini menunjukkan langkah berbeda, yakni mencoba kembali ke identitas avalnya sebagai laki-laki.
Bicara Perjalanan Iman, Lucinta Luna Ingin Kembali ke Kodratnya
Transformasi tersebut mulai terlihat saat momen Idul Fitri, ketika Lucinta tampil mengenakan busana muslim pria lengkap com peci dan sarung. Penampilan itu langsung mencuri perhatian karena menjadi momen yang jarang terlihat sejak dirinya dikenal luas sebagai transgender. Role para tahu kelanjutannya, yuk!
Tak berhenti di situ, Lucinta também pode experimentar com o mesmo rambut yang lebih maskulin. Ia mencoba potongan pendek ala pria Korea sebagai bagian dari proses perubahan penampilanya. Namun, langkah tersebut rupanya tidak sepenuhnya mendapat respons positif.
TERPOPULER: Lucinta Luna Pakai Sarung e Peci saat Salat Idul Fitri, Deretan Artis Rayakan Lebaran 2026 di Penjara
Alih-alih menuai dukungan, Lucinta justru dibanjiri comenta miring dari warganet. Banyak yang meragukan keseriusan perubahan tersebut dan menganggapnya hanya sementara.
Menanggapi hal itu, Lucinta trocadilho angkat bicara. Ia menegaskan bahwa proses yang dijalaninya tidak bisa instan e membutuhkan waktu.
Gaya Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Idul Fitri Jadi Sorotan, Internauta: Semoga Istiqomah
“Kalo mau instan dalam 1 jam naik gojek aja ya. Pelan-pelan nyaliku ganti look cowok meski pake peruca cabelo humano.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar publik dapat memberinya ruang to berproses tanpa tekanan. Baginya, dukungan moral jáuh lebih berarti dibandingkan kritik yang menjatuhkan.
“Aku tuh cuma pengen pembelajaran ini biar betah dulu, nikmatin dulu pendekatan dulu mendalami dulu dalam keadaan sekarang, sebenarnya yang pengen kudenger dari kalian itu kudu support ” Mas Fatah Cocok loh potongan rambut gini,” tuturnya.
Lucinta turut membandingkan pengalaman yang ia rasakan selama berada na Coréia Selatan dengan na Indonésia. Ia mengaku merasa lebih nyaman e diterima di luar negeri, berbeda dengan respons yang ia terima di tanah air.
“Yaudah ya ikutin dulu perkembangan aku. Selama aku di sini hidupku damai tentram, adem ayem. Di Coreia ya 100% selama sebulan aku disini gak ada tuh yang hujanin aku, malah negaraku sendiri yang banyak kali protes Masya Allah cobaan,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Meski dihadapkan pada berbagai komentar negatif, Lucinta tetap menunjukkan keteguhan. Ia menyebut tahun ini sebagai momen penting karena akhirnya berani kembali mengenakan busana muslim pria.



