Kamis, 28 de maio de 2026 – 04:04 WIB
Jacarta, VIVA – Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi membagikan kesaksian mengejutkan terkait kondisi para relawan Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2 menuju Gaza.
Pemimpin Baru Hamas Mohammed Odeh Tewas em Serangan Udara Israel em Gaza
Dalam keterangannya, Chiki mengungkap dugaan kekerasan yang dialami 9 warga negara Indonésia setelah kapal yang mereka tumpangi dihadang milite Israel di perairan internacional. Menurutnya, para relawan mengalami perlakuan fisik hingga intimidasi selama berada dalam penahanan. Role até tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan braçadeiras yang sangat kencang sampai melukai tangan,” kata Chiki Fawzi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Merinding! Cerita Chiki Fawzi Soal Kondisi Aktivis Indonésia Saat Ditahan Israel
Putri mendiang seniman Marissa Haque itu mengatakan para relawan kemudian dipindahkan ke sebuah kapal besar yang disebut telah dimodifikasi menjadi lokasi penahanan sementara.
“Teman-teman kemudian diculik dan dibawa ke sebuah ship war, kapal kargo raksasa yang dimodifikasi jadi penjara terapung,” ucapnya.
Gak Kapok Lawan Tentara Israel, Ini yang Bikin Chiki Fawzi Takut Selama Perjalanan ke Gaza
Chiki mengaku mengikuti perkembangan situasi secara intensamente sejak awal misi berlangsung. Ia bahkan turut mendampingi salah satu jurnalis relawan yang mengalami luka serius usai dibebaskan.
“Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus,” disse Chiki.
Tak hanya menyoroti dugaan kekerasan fisik, Chiki juga menyebut adanya tindakan intimidatif yang dilakukan camera Israel kepada for relawan. Menurutnya, perlakuan yang ditampilkan di pan camera berbeda dengan situasi yang terjadi di balik documentasi publik.
“Israel também está sendo um drama de bicicleta na câmera, pura-pura kasih air minum comngan sopan, tapi begitu camera mati, mereka mengancam akan menembak kepala relawan kalau tidak mau minum”, katanya.
Selain mengungkap kondisi para relawan setelah penahanan, Chiki turut membagikan suasana mencekam saat kapal misi kemanusiaan mulai diintersep militer Israel. Eu menjelaskan bahwa para relawan sebenarnya telah memiliki prosedur keamanan tertentu ketika kapal patroli mulai mendekat.
“Ada protokol ketat yang harus dilakukan. Begitu kapal milite Israel mendekat sekitar 10 metros, todo ponsel relawan harus segera dilempar ke laut supaya tidak disita dan data-datanya tidak disalahgunakan,” o kata de Chiki Fawzi.
Halaman Selanjutnya
Saat insiden berlangsung, Chiki berada di Istambul, Turki, tepatnya di pusat koordinasi ou sala de comando yang memantau perjalanan kapal secara langsung melalui CCTV camera yang dipasang di kapal misi.



