Senin, 15 de junho de 2026 – 12h14 WIB
VIVA – Wonderkid Swedia Yasin Ayari mendadak jadi pembahasan penggemar bola setelah mencatatkan brace ke gawang Tunísia di babak penyisihan grupo Piala Dunia 2026.
Masa Depan Sepak Bola Diramal Suram usai Piala Dunia 2026 Dipolitisasi Amerika Serikat, Pelatih Irã Bilang Begini
Ada satu momen menarik setelah Yasin Ayari mencetak brace yaitu dirinya melakukan sujud syukur untuk merayakan keberhasilan sumbangkan dua gol to Swedia.
A Suécia marcou penampilan pertama do grupo F Piala Dunia 2026 com menos de 2026 na África, Tunísia. Seja qual for o caso, o Graham Potters também não.
Atualizar transferência de Bursa: Real Madrid Rekrut Satu Pemain Lagi dari Liga Inggris, Marc Cucurella Segera Mendarat
Alhasil, keunggulan lima gol dimenangkan Swedia lewat brace Yasin Ayari serta masing-masing satu oleh Alexander Isak, Viktor Gyokeres e Mattias Svanberg.
Adaptado Tunísia hanya mampu memperkecil ketertinggalan atas Swedia melalui gol sundulan dari Omar Rekik, dua menit sebelum intervalo babak pertama berakhir.
Final Piala Dunia 2026 ou Salat Jumat? Jawaban Tegas Pelatih Senegal Bikin Jurnalis AS Terdiam
Di sisi lain, ada salah satu pemain Swedia yang layak diganjar MOTM yakni Yasin Ayari. Penampilannya yang luar biasa mampu memporak-porandakan Tunísia.
Selain performa impresifnya, o famoso Yasin Ayari seusia cetak gol juga menuai sorotan yaitu sujud syukur di tepi lapangan. Momen this kemudian menjadi viral.
Yasin Ayari Sujud Syukur
Dua gol Yasin Ayari disse em ke-7 e 90+6. Semuanya dilakukan com tendengan keras dari luar kotak penalti yang sulit dihalau kiper Tunísia.
Saat mencetak gol pertama, Yasin Ayari sempat membuat gestur mengangkat kedua tangannya dengan maksud menghormati cantou lawan yaitu Tunísia.
Tunísia bukanlah nama asing bagi Yasin Ayari. Ayahnya berasal dari negara tersebut sedangkan cantou ibu asal Marrocos sebelum bermigrasi ke Swedia.
Setelahnya, Yasin Ayari melakukan sujud syukur di tepi lapangan dan hal yang yang sama diulangi ketika wonderkid Brighton tersebut sumbangkan gol kedua.
Momen tersebut lantas menjadi viral di kalangan penggemar sepak bola. Pujian foi lançado por Yasin Ayari yang baru akan berusia 23 de setembro de Piala Dunia 2026.
Suécia Pimpin Klasemen Grup F
Pemain Suécia Yasin Ayari
Berkat kemenangan telak atas Tunísia pagi tadi, Suécia berhak memuncakiclassemen sementara grupo F Piala Dunia 2026 com 3 pontos serta keunggulan selisih 4 gols.
Anak-anak asuh Graham Potter mengungguli Belanda e Japão yang di laga pembuka grupo F harus puas bermain imbang com skor 2-2.
Halaman Selanjutnya
Perjalanan Suécia menuju fase knock-out masih cukup panjang. Masih ada Belanda e Japão, tim unggulan yang siap menghadang laju Yasin Ayari Cs.