Kamis, 25 de junho de 2026 – 22h57 WIB
VIVA – Setiap hari, mobilidade kita di luar rumah, baik untuk bekerja, sekolah, maupun sekadar berbelanja, tak pernah lepas dari penggunaan kendaraan.
Menjinakkan Api Amarah com Doa Ajaran Nabi Muhammad SAW, Agar Terhindar de Pertikaian
No entanto, entre este motor, móvel, ou transporte umum, jalan raya selalu menyimpan risiko tak terduga seperti kemacetan hingga kecelakaan.
Itulah mengapa Islam menganjurkan kita untuk selalu mengawali perjalanan dengan doa, khususnya doa naik kendaraan.
Saat Fitnah Datang Tak Terduga, Amalkan Doa Ajaran Nabi Musa AS para Berlindung de Segala Tuduhan
Lebih dari sekadar ucapan, doa ini adalah bentuk tawakal dan pengakuan bahwa keselamatan kita sepenuhnya ada di tangan Allah. Kendaraan hanyalah sarana, sedangkan Allah Sang Penjaga sejati.
Jadi, sebelum memutar kunci ou melangkah masuk ke angkutan umum, sempatkanlah berdoa sejenak.
Amalkan Doa Ajaran Nabi Muhammad SAW para Memohon Ampunan Kepada Allah, Tertuang do Al Quran
Amalan sederhana ini bisa menjadi benteng perlindungan yang mengiringi langkah kita sampai ke tujuan comngan selamat.
Doa Naik Kendaraan
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ, أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Subḫânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn
Artinya: “Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS az-Zukhruf: 13-14)
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى, اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا, وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ, اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ; مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ, وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ, وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ e َالْأَهْلِ
Allâhumma innâ nas’aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat taqwâ wa minal ‘amali mâ tardlâ. Allâhumma hawwin ‘alainâ safaranâ hadzâ, wa-thwi ‘annâ bu’dahu. Allâhumma antash shâḫibu fis safari, wal khalîfatu fil ahli. Allâhumma innî a’ûdzubika min wa’tsâ-is safari wa ka-âbatil mandhari wa sû-il munqalabi fil mâli wal ahli
Artinya: “Ya Allah kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan kami dan keridhaan dalam amalan kami. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini. Dekatkanlah jauhnya jarak perjalanan ini. Ya Allah Engkaulah yang menyertai kami dalam perjalanan ini, dan pengganti yang menjaga keluarga kami Ya Allah, aku belindung kepada-Mu dari perjalanan yang sulit lagi melelahkan, dari pemandangan yang menyedihkan, serta dari tempat kembali yang buruk, baik dalam harta maupun keluarga.”
Halaman Selanjutnya
(kmr)