Bukan Dolar AS, investidor Kini Ramai Borong Franco Suíço

Senin, 18 de maio de 2026 – 14h16 WIB

Jacarta, VIVA – Warga Singapura semakin banyak membeli franc Swiss di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan memanasnya konflik geopolitik dunia. Mata um suíço dinilai sebagai um porto seguro ou um aman saat kondisi pasar bergejolak.

img_title

Swiss Konfirmasi Satu Kasus Hantavirus, Terinfeksi di Kapal Pesiar

A plataforma de negociação em Singapura pode fazer transações francas suíças em alguns momentos do período. Kenaikan minat tersebut dipicu volatilitas pasar saham, harga logam mulia, hingga perang Iran yang membuat investidor mencari instrumenten lebih stabil.

Data CMC Markets oferece uma transação nilai pasangan mata uang franc Swiss di kalangan pengguna Singapura naik dari US$380,26 juta em janeiro 2025 menjadi US$1,05 miliar pertengahan 2025.

img_title

Bikin Geger Bali! WNA Asal Suíço Jadi Tersangka Usai Unggahan Hina Nyepi

A transação de Lonjakan foi terjadi saat pasar saham Amerika Serikat mengalami aksi jual besar em julho de 2025 akibat laporan pendapatan perusahaan tecnologia e kecerdasan buatan yang mengecewakan.

Secara tahunan, CMC Markets mencatat perdagangan pasangan franc Swiss meningkat 22.21 persen sepanjang 2025 dibandingkan 2024. Tren tersebut berlanjut pada 2026.

img_title

Franco Suíço Diam-diam Jadi Bintang Baru Porto Seguro, Dólar AS e Yen Tertinggal

Volume perdidogangan franc Swiss di platform itu mencapai US$1,02 miliar em janeiro de 2026 setelah investidor kembali masuk ke aset porto seguro tersebut. Em 17 de maio de 2026, o franco tukar nilai custava 0,61 francos suíços ao dólar Singapura, mendekati rekor tertinggi di level 0,60 yang tercatat em Januari.

Dados Bloomberg indicam franco suíço 7,81 pessoas em dólares Singapura durante 2025 e quase 0,37 pessoas em 2026. Sementara itu, Saxo Singapore melaporkan transaksi franc Swiss di platformnya melonjak 280 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Estrategista-chefe de investimentos Saxo Cingapura, Charu Chanana, mengatakan dólar Singapura memang dianggap sebagai mata uang defensif di Asia, franco tetapi Swiss masih dipandang sebagai porto seguro global.

“Perbedaannya adalah franc Swiss lebih didorong oleh rasa takut, sementara dolar Singapura lebih didorong oleh credibilitas kebijakan dan stabilitas,” katanya, publicado no The Straits Times, Senin, 18 de maio de 2026.

Eu mengatakan franco suíço tetap menjadi salah satu mata uang porto seguro terkuat karena suíço memiliki inflasi rendah, netralitas politik, instituições yang kuat, dan rekam jejak panjang dalam menjaga nilai kekayaan. Meski begitu, Chanana menyebut Bank Nasional Swiss siap melakukan intervensi jika penguatan franc terlalu cepat karena dapat menekan sector export and inflasi.

Halaman Selanjutnya

“Franc Swiss tetap menjadi porto seguro, tetapi sekarang merupakan porto seguro yang dikelola,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente