Jumat, 12 de junho de 2026 – 10h07 WIB
Jacarta, VIVA – Di tengah pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona negativa secara acumulada no ano, perhatian terhadap saham-saham BUMN kembali meningkat. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para Direktur Utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah BUMN di Jakarta (06/09). Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis to menjaga stabilitas pasar modal e memperkuat kepercayaan investidor, termasuk wacana buyback saham issueen BUMN.
Donald Trump Klaim Damai com o Irã Segera Tercapai, IHSG Langsung Melonjak Ikuti Euforia Bursa Global
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai perhatian berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya setor perbankan yang tetap menunjukkan kinerja e fundamental yang sólido.
Menurut Hera, estabilidade pasar yang terjaga merupakan factor penting dalam mendukung iklim investasi yang sehat. “Os investidores devem ter a oportunidade de investir em sementes por meio de uma indústria que tenha a maior resiliência de sua economia dinâmica global. Os investidores bancários masih mencatatkan pertumbuhan crédito yang positivo, qualitas ativos mais terjaga, serta kondisi likuiditas e permodalan yang kuat”, disse Hery. dikutip Jumat, 12 de junho de 2026.
IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Recuperação, Bursa Asia Turun e Wall Street Naik Signifikan
Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perbanas menambahkan bahwa indústria fundamental perbankan seedal hingga saat ini tetap kuat. Data Berdasarkan OJK, hingga abril de 2026 crédito perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40%.
“Pertumbuhan crédito e penghimpunan dana massarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan public terhadap industri perbankan masih terjaga com baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan sekretif”, disse Hery.
IHSG Dibuka Melemah, Bursa Ásia e Wall Street Anjlok Imbas Ekskalasi Konflik Timur Tengah
Bagi BRI, penguatan kepercayaan pasar terutama dibangun melalui kinerja yang konsisten. Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
“Terkait wacana recompra, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat e dilaksanakan sesuai ketentuan regulador yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan perusahaan fundamental dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hera. (LAN)