Kamis, 16 de abril de 2026 – 18h22 WIB
Klaten, VIVA – Direktur Keuangan e Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, menekankan pentingnya peningkatan literasi massarakat terhadap manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, salah satunya melalui penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Menkes Sebut Masih Ada Orang Kaya jadi Peserta PBI BPJS Kesehatan
Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi e sosialisasi bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) e Majelis Ulama Indonesia (MUI) di wilayah Kabupaten Klaten, hari ini.
Ia menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir bagi pekerja formal, tetapi juga menyasar pekerja rentan, termasuk para penggiat masjid seperti marbot, takmir, dan pengurus masjid lainnya yang masuk dalam categori Bukan Penerima Upah (BPU). Neste momento, para penggiat masjid didorong untuk mengikuti dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) e Jaminan Kematian (JKM), com skema pembiayaan yang dapat bersumber dari dukungan pemerintah daerah maupun secara mandiri.
Menkes: 50% Lebih Populasi Masyarakat, Iuran BPJS-nya Ditanggung Pemerintah
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman penggiat masjid mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Bambang, Kamis, 16 de abril de 2026.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan kepada perwakilan penggiat masjid di Kabupaten Klaten, serta santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja.
Dorong Kepatuhan Perusahaan demi Kesejahteraan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Direktorat Jenderal Pajak
Em Kabupaten Klaten, sepanjang tahun 2025 hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat reivindicar dari seluruh programa com total nilai mencapai Rp352,81 miliar. Selain itu, sebanyak juga telah menerima manfaat beasiswa pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai com Perguruan Tinggi com Rp nominal 3,14 Milyar.
“Itulah bukti kehadiran nyata melindungi dan mensejahterakan massarakat Kabupaten Klaten,” disse Bambang.
Bambang juga menegaskan bahwa upaya ini sejalan com Asta Cita Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan massarakat dan pengentasan kemiskinan, sekaligus menjadi bagian dari strati BPJS Ketenagakerjaan yang berfokus pada Cobertura, Cuidado, e Credibilidade.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perluasan perlindungan jaminan social terus didorong melalui kolaborasi com o ecossistema berbagai, termasuk keagamaan e communitas massarakat.
“Kami tidak hanya berkolaborasi dengan DMI, tetapi juga mulai menjangkau ecosistem keagamaan lainnya serta communitas seperti RT e RW. Este merupakan langkah konkret untuk memastikan perlindungan menyentuh seluruh lapisan massarakat,” disse.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Klaten, H. Musta’in, menyampaikan komitmen penuh DMI dalam mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja keagamaan.



