Selasa, 10 de março de 2026 – 15h05 WIB
Jacarta, VIVA – Contatos ativos masaarakat Biasanya meningkat selama Ramadhan e menjelang Hari Raya Idul Fitri. Peningkatan tersebut kerap tercermin no setor kinerja ritel, yang menjadi salah satu indicador penting dalam melihat dinamika belanja rumah tangga di dalam negeri.
Kerja Belum Setahun Apakah Dapat THR Lebaran? Este é o Regulamento do Menu Aturan e Besarannya
Os consumidores indicados foram os primeiros a fazer pesquisas sobre o período do Ramadã e da Pérsia, no final de 2026, durante o período do Ramadã e da Pérsia, Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Kinerja penjualan eceran em fevereiro de 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan dan bulanan. Este ano foi registrado no Índice Penjualan Riil (IPR) de fevereiro de 2026, o que resultou em um aumento de 6,9 pessoas (ano).
Jalur Mudik Dipastikan Aman, Kapolda Sumsel Tinjau Tol Kapal Betung
Kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang e Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, e Subkelompok Sandang.
“Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat sebesar 4,4 persen (mtm)”, demikian sebagaimana dikutip dari siaran pers Bank Indonesia (BI), Selasa, 10 Maret 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan massarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri1447 H.
Pesan Irjen Sandi ke Jajaran Hadapi Operasi Ketupat: Beri Rasa Aman, Nyaman e Pelayanan Terbaik Buat Masyarakat
Sementara itu, em janeiro de 2026, IPR secara tahunan tercatat tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan pada Kelompok Barang Budaya e Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang.
Namun secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 mengalami contraksi sebesar 2.7 persen (mtm). Kondisi ini sejalan dengan normalisasi kontaktsi majarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal e Tahun Baru yang biasanya mendorong lonjakan belanja pada akhir tahun.
Selain perkembangan penjualan, survei juga mencatat ekspektasi harga pada alguns bulan mendatang. Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan ke depan diprakirakan menurun.
Hal ini tecermin do Index Ekspektasi Harga Umum (IEH) abril de 2026 sebesar 153,9, maior rendah dibandingkan com IEH em março de 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca HBKN Idulfitri 1447 H.
Sementara itu, untuk enam bulan ke depan tekanan harga diprakirakan meningkat. IEH julho de 2026 foi registrado em 157,1, mais tarde foi dibandingkan com IEH em junho de 2026 em 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru.
Halaman Selanjutnya
Secara keseluruhan, peningkatan penjualan eceran pada Februari mencerminkan adanya penguatan permintaan massarakat, terutama di periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang biasanya mendorong atividades consumersi rumah tangga.



