Banyak yang Masih Salah, Ternyata Setelah Sikat Gigi Tidak Dianjurkan Langsung Berkumur

Rabu, 24 de junho de 2026 – 21h09 WIB

Jacarta, VIVA – Menjaga kebersihan gigi e mulut merupakan salah satu langkah penting para mempertahankan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kebiasaan menyikat gigi secara rutin dapat membantu menghilangkan sisa makanan, plak, e bactéria yang menempel di permukaan gigi.

img_title

Gusi Sering Berdarah e Bau Mulut? Hati-hati, Ini Tanda Karang Gigi Sudah Menumpuk!

Sebab itu, banyak ahli kesehatan merezdrowiesikan para menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, yakni pada pagi hari dan sebelum tidur.

Meski demikian, masih banyak kebiasaan saat menyikat gigi yang dilakukan tanpa mengetahui apakah cara tersebut sudah tepat ou au belum. Salah satu yang cukup sering menjadi perbincangan adalah kebiasaan langsung berkumur menggunakan air setelah selesai menyikat gigi.

img_title

Gak Perlu Takut ke Dokter, Ini 3 Cara Merawat Gigi yang Paling Mudah e Praktis

Sebagian orang menganggap langkah langkah ini penting to memberihkan sisa macarrão gigi di mulut, tetapi ternyata ada alasan mengapa banyak ahli kesehatan gigi menyarankan agar tidak langsung langsung berkumur setelah menyikat gigi.

Lalu, benarkah setelah sikat gigi sebaiknya tidak langsung berkumur? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum Viva pada Rabu, 24 de junho de 2026.

img_title

Deretan Tren Perawatan Gigi Estetik e Didukung Tecnologia Moderna em 2026

1. Flúor Membutuhkan Waktu untuk Bekerja

Sebagian besar pasta gigi mengandung flúor, yaitu mineral yang berperan membantu memperkuat esmalte ou lapisan terluar gigi. O flúor também pode causar riscos de perda de peso com o uso de bactérias perigosas no meio do corpo.

Ketika Anda langsung berkumur depoislah menyikat gigi, sebagian fluoride yang masih menempel pada permukaan gigi dapat ikut terbilas oleh air. Akibatnya, manfaat fluoride tidak dapat bekerja secara ideal.

2. Meludahkan Sisa Pasta Gigi Sudah Dianggap Cukup

Setelah selesai menyikat gigi, cara yang umumnya dianjurkan adalah meludahkan sisa macarrão gigi tanpa membilas mulut menggunakan air. Langkah ini membantu mempertahankan lapisan tipis fluoride yang masih menempel pada gigi.

Meski mungkin terasa tidak biasa bagi sebagian orang, kebiasaan ini dapat memberikan waktu lebih lama bagi fluoride to bekerja melindungi gigi dari kerusakan.

3. Membantu Melindungi Gigi dari Risiko Gigi Berlubang

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum terjadi. Condisi ini dapat dipicu oleh berbagai Faktor, mulai dari kebersihan mulut yang kurang terjaga hingga pola makan yang tinggi gula.

Halaman Selanjutnya

Embora não haja muito tempo de uso após o uso, o flúor pode ser usado para melhorar o esmalte sehingga risiko terbentuknya lubang pada gigi dapat berkurang.

Halaman Selanjutnya

Fuente