Minggu, 17 de maio de 2026 – 08:00 WIB
Jacarta, VIVA – Em 2026, Tanta Ginting kembali menjajal panggung dramamusikal. Meski sudah alguns kali terlibat dalam pertunjukanmusikal, ia mengaku tantangan yang dihadapi kali ini terasa lebih sulit dibandingkan berakting di film.
Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Seluruh Elemen Bangsa Didorong Tekankan Persatuan e Kesatuan
Pengakuan tersebut disampaikan Tanta saat terlibat dalam dramamusikal MAR yang kembali dipentaskan em 15-17 maio 2026 em Ciputra Artpreneur, Jacarta. Dalam pertunjukan berlatar Bandung tahun 1946 itu, Tanta harus menghadapi tantangan bernyanyi secara acapella, sesuatu yang diakuinya cukup berat karena latar belakangnya sebagai ator.
Tingkat kesulitan semakin tinggi karena Tanta dinttang melakukan medley yang dinyanyikan secara acapella. Menurutnya, ini menjadi tantangan paling berat karena seluruh pemain harus benar-benar mengandalkan harmonisasi suara tanpa bantuanmusik pengiring.
Wamendagri Wiyagus Minta Pemda Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
“Medley itu acapella lho, enggak adamusik jadi kita benar-benar harus mendengar suara satu sama lain. Itu yang sulit banget,” lanjutnya.
Riset Ungkap Sampah Plastik Jadi Ancaman Terbesar em Pesisir Jacarta e Tangerang
Tanta sempat menolak tawaran para explorar a música dramática. Namun setelah mendapat sedikit bujukan dari sang sutradara, ia akhirnya menerima peran tersebut dan mulai mempersiapkan diri lebih awal dibanding pemain lain.
Persiapan lebih awal yang dilakukan lantara Tanta menyadari kemampuan vokalnya tidak sekuat para pemainmusikal lainnya. Karena itu, ia memilih memulai latihan sekitar satu bulan lebih cepat agar bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pertunjukan.
Tanta juga mengungkapkan dirinya mendapat porsi bernyanyi yang lebih sederhana dibanding pemain lain. O ator Sebagai, ele é apenas ru lebih banyak diberi ruang pada bagian atuação e comédia de diálogo.
“Makannya kenapa aku banyak diálogo komedi karena aku ator jadi aku lebih nyaman di akting dan aku diberi ruang. Aku dikasih part (bernyanyi) yang lebih simpel,” katanya.
Selain Tanta Ginting, o drama musical MAR também trouxe outros nomes como Teza Sumendra, Devina Karyasasmita, Putri Indam Kamila e Renno Krisna. Berada di bawah arahan Maera sebagai sutradara e Rusmedie Agus sebagai co-sutradara, com naskah karya Titien Wattimena.
MAR enviou mengangkat kisah cinta romântica de tengah tragedi bersejarah Bandung Lautan Api em 1946. Cerita berfokus pada hubungan antara MAR e Aryati, prajurit Tentara Keamanan Rakyat (TKR) e seorang juru rawat. O lançamento deste álbum foi lançado em 2025 e o álbum mais recente de música do AMI Awards.
Halaman Selanjutnya
O produtor Eksekutif MAR, Maera, membocorkan sejumlah pembaruan yang membuat pertunjukan terasa berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Kita coba sesuatu yang baru dari tahun lalu, mudah-mudahan lebih baik e lebih diapresiasi sama penonton”, disse Maera.



