Início Notícias Bahrein Tangkap 41 Orang Diduga Terkait IRGC Irã, Ada Apa Sebenarnya?

Bahrein Tangkap 41 Orang Diduga Terkait IRGC Irã, Ada Apa Sebenarnya?

27
0
Bahrein Tangkap 41 Orang Diduga Terkait IRGC Irã, Ada Apa Sebenarnya?

Sabtu, 9 de maio de 2026 – 22h40 WIB

VIVA –Kementerian Dalam negeri Bahrein menangkap 41 orang yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). No entanto, o pihak berwenang tidak merikan rincian mengenai atividades que dituduhkan kepada mereka yang ditahan.

img_title

Intelijen AS Ungkap Mojtaba Khamenei Masih Atur Strategi Perang Irã Meski Jalani Perawatan

Saat ini ke-41 remo tersebut telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum. Melansir laman presstv.ir, sábado, 9 de maio de 2026, pihak berwenang Bahrain menyebut langkah ini diambil setelah melakukan penyelidikan terkait kasus contakt dengan pihak lain.

Mereka juga menegaskan bahwa langkah yang lebih ketat akan diterapkan to megidentifikasi tersangka lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

img_title

Irã Murka! AS Dituding Langgar Gencatan Senjata, Teerã Ancam Serang Kapal di Selat Hormuz

Sebelumnya, em 27 de abril de 2018, Kementerian Dalam Negeri Bahrein menyatakan bahwa kerajaan Bahrein telah mencabut kewarganegaraan 69 orang beserta keluarga mereka karena menunjukkan dukungan terhadap serangan balasan Irã terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel di Asia Barat, di tengah serangan berdarah dan tanpa provocakasi terhadap Irã.

Dalam pernyataannya, kementerian dalam negeri Bahrein juga menuduh individu-individu tersebut mengunggah konten di media social yang dianggap memuji dan bersimpati kepada kelompok-kelompok perlawanan di kawasan.

img_title

Bantah CIA, Menlu Irã Klaim Persediaan Rudal Justru Naik Jadi 120 Pessoas

Sebulan sebelumnya, kelompok oposisi Bahrein menyebut regime Al Khalifah telah menyiksa seorang pemuda hingga tewas saat berupaya memaksanya memberikan pengakuan yang mengaitkan dirinya dengan Irã.

Perkumpulan al-Wefaq saat itu menyatakan bahwa aparelho regime menghentikan Sayyed Mohammed al-Moussawi bersama sejumlah pemuda lainnya di sebuah pos pemeriksaan keamanan di Pulau al-Muharraq. Mereka kemudian dibawa ke local yang tidak diketahui tanpa alasan yang jelas.

Keluarga Moussawi sama sekali não megetahui keberadaannya. Beberapa hari kemudian, mereka dikejutkan dengan kabar bahwa jasad Moussawi foi dipulangkan dalam kondisi terdapat tanda-tanda penyiksaan.

Regim Al Khalifah, yang selama bertahun-tahun dituduh menindas warga Syiah e atividades pró-democracia no Bahrein, semakin meningkatkan tindakan represif sejak dimulainya ofensif Amerika Serikat e Israel terhadap Iran pada 28 de fevereiro.

Pemerintah Bahrain menyebut opera rudel e drone Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat di negara itu sebagai serangan terhadap kedaulatan mereka. Bahrein juga dianggap mengambil sikap paling keras terhadap Teerã dibanding negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya.

Kolase Foto Paus Leo XIV-Presidente Donald Trump

Menlu AS Tak Bisa Jamin Trump Berhenti Serang Paus Leo e PM Itália

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio melakukan pertemuan diplomático com Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni e Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV

img_title

VIVA.co.id

9 de maio de 2026

Fuente