Senin, 11 de maio de 2026 – 14h36 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Energi and Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia oferece benefícios reais também para melhorar as fórmulas mais importantes. Rencananya komoditas tembaga, timeh, nikel, emas e perak akan dikenakan royalti.
Olahraga di Keramaian CFD Jacarta, Purbaya: Indicador Ekonomi Baik-Baik Saja
Menurut Bahlil, fórmulas de muitos royalties também serão diupayakan para obter fórmulas que menguntungkan negara e pengusaha. Sehingga, kebijakan itu tetap memiliki unsur keadilan.
“Setelah mendengar masukan dari publik dan teman-teman pengusaha, maka ini saya akan pendente para membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jacarta, Senin, 11 de maio de 2026.
Gerakkan Ekonomi Kreatif, Wamendagri Bima Ajak Hipmi e Pemda Kolaborasi
No final de 2026, Bahlil menyampaikan bahwa sidang dengar pendapat em 8 de maio de 2026 usou royalties perubahan para komoditas tembaga, timah, nikel, emas dan perak, merupakan sosialisasi dan belum menjadi keputusan.
“(Target Juni) masih kami pikirkan lagi. Andaikan trocadilho itu harus mencari formulasi yang ideal, yang tidak boleh merugikan pengusaha tetapi juga pendapatan negara juga bisa kita optimkan,” ucap Bahlil.
Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi e Industri MICE Indonésia Timur
Pernyataan tersebut merespons Index Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi yang dibuka melemah 9,46 pontos ou sekitar 0,14 persen ke level 6,959,94.
O analista de ações PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah de Jacarta, Senin, menilai laju pergerakan IHSG selama tiga hari lossgangan ke depan akan banyak dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global and kebijakan tarif royalti komoditas.
Menurut Hari, kebijakan tersebut bukan lagi sekadar wacana karena ditargetkan mulai berlaku pada junho 2026. Ia menjelaskan, dari seluruh komoditas yang terdampak, emas mencatatkan kenaikan tarif paling signifikan secara persentase di batas bawah hingga mencapai 100 persen.
Kondisi itu dinilai memberikan tekanan langsung di tengah harga emas global yang masih berada di level tinggi. Sementara, timah dinilai menjadi komoditas yang paling terpukul secara keseluruhan karena kenaikan tarif terjadi pada kedua ujung rentang royalti sekaligus. (Formiga)
Bahlil Kaget Devisa RI Rp150 Triliun Habis buat GLP Importação
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyoroti besarnya devisa dan subsidi GLP import yang terus meningkat. Pemerintah mendorong DME sebagai solusi pengganti GLP.
VIVA.co.id
10 de maio de 2026




