Início Notícias Badan Pelayaran Internacional Murka! Aksi AS-Iran Saling Sita Kapal di Selat Hormuz...

Badan Pelayaran Internacional Murka! Aksi AS-Iran Saling Sita Kapal di Selat Hormuz Langgar Hukum Internacional

18
0
Badan Pelayaran Internacional Murka! Aksi AS-Iran Saling Sita Kapal di Selat Hormuz Langgar Hukum Internacional

Senin, 27 de abril de 2026 – 00h46 WIB

VIVA – Ketegangan antara América Serikat e Irã di jalur pelayaran estratégias dunia semakin memanas. Aksi saling menyita kapal komersial dalam sepekan terakhir memicu kecaman keras dari communitas maritim internacional, yang menilai langkah tersebut melanggar hukum internacional dan membahayakan keselamatan pelaut sipil.

img_title

Lokasi Penembakan di Acara Trump Ternyata Sama com Tempat Percobaan Pembunuhan Presidente Reagan

Direktur Kelautan da Câmara Internacional de Navegação, John Stawpert, secara tegas menyebut tindakan kedua negara sebagai bentuk “penghinaan terhadap kebebasan navigasi” yang selama ini menjadi prinsip dasar hukum laut internacional.

Dalam wawancara com a Al Jazeera, Stawpert menekankan bahwa para pelaut seharusnya tidak menjadi korban tarik-menarik mantendo a política.

img_title

Diteror Penembakan, Trump Tegaskan Tak Akan Uniforme Lawan Irã

“Mereka adalah para pekerja yang tidak bersalah dan mereka harus diizinkan untuk menjalankan pekerjaan mereka tanpa takut, pada dasarnya, dipenjara,” disse John Stawpert disse à Al Jazeera.

Kapal Disita, Awak Jadi Taruhan

img_title

Kembali Jadi Sasaran Serangan, Trump Sebut Jadi Presidente AS Pekerjaan Paling Berisiko di Dunia

Militer AS e Irã sama-sama mengumumkan penyitaan kapal em alguns hari terakhir. Washington mengklaim telah menangkap kapal Majestic X yang disebut terkait Irã karena mengangkut minyak bersanksi di Samudra Hindia. Sebelumnya, kapal lain bernama Tifani juga dicegat.

Ilustração de Donald Trump e bloqueio de AS contra o Irã

Ilustração de Donald Trump e bloqueio de AS contra o Irã

Di sisi lain, Corpo da Guarda Revolucionária Islâmica ou Garda Revolusi Iran (IRGC) menyita dua kapal, yakni MSC Francesca berbendera Panamá e Epaminondas milik Yunani. Irã menuduh kapal tersebut beroperasi tanpa izin serta merusak sistema navigasi.

Dampaknya langsung terasa pada awak kapal. Sedikitnya 15 pelaut asal Filipina berada di dua kapal yang ditahan Irã. Pemerintah Filipina memastikan mereka dalam kondisi aman, meski tetap berada em situações penuh ketidakpastian.

Sementara itu, empat awak asal Montenegro di kapal MSC Francesca também dilaporkan dalam kondisi baik. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait kondisi awak kapal yang ditahan oleh pihak Amerika Serikat.

“Sepertinya mereka tidak diperlakukan dengan buruk. Namun demikian, bukan itu intinya. Intinya adalah mereka seharusnya tidak ditahan sejak awal,” disse Stawpert.

Não foi possível fazer isso sem nenhum problema. O Irã também sempat mevacanakan penerapan biaya tol di Selat Hormuz, yang langsung menuai critik. Menurut Stawpert, langkah tersebut tidak memiliki dasar hukum internacional e berpotensi menciptakan preseden berbahaya.

Halaman Selanjutnya

“Jika Anda bisa melakukannya di Selat Hormuz, mas você não pode ser melakukannya em Selat Gibraltar ou Selat Malaka?” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente