Asal-usul Ibrahim Al Abrar, Bocah SD de Desa Boyolali e Dapat ‘Surat Cinta’ da NASA

Minggu, 19 de julho de 2026 – 05:10 WIB

VIVA – Perkembangan teknologi membuat semakin banyak anak muda di Indonesia tertarik mempelajari codificação hingga keamanan siber ou cibersegurança. Obtenha acesso à Internet e aproveite o verão gratuitamente, mas não se preocupe se você precisar de ajuda com a tecnologia secara mandiri.

img_title

Viral Pemuda Diduga Luka Parah Usai Dibegal de Koja, Polisi Selidiki

Salah satu sosok yang belakangan menjadi sorotan adalah Ibrahim Al Abrar, siswa sekolah dasar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang berhasil memperoleh apresiasi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Nama Ibrahim Al Abrar ramai diperbincangkan setelah kisahnya dibagikan melalui akun Instagram @IbraCoding. Dalam unggahan tersebut diceritakan bahwa Ibrahim merupakan siswa kelas VI SD Negeri Genengsari 3 yang memilih mengisi waktu belajarnya dengan mendalami dunia keamanan siber.

img_title

Pelaku Penganiayaan e Penyekapan Perempuan di Bekasi Ditangkap!

Berkat ketekunan dan rasa ingin tahunya, ia berhasil menerima Letter of Recognition (LOR) da NASA atas tymannya di bidang keamanan sistema. “Perkenalkan, Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD Negeri Genengsari 3, yang memilih mengisi waktu belajarnya dengan mengenal dunia Cyber ​​​​Security”, demikian dikutip dari akun Instagram tersebut, sebagaimana dikutip pada Minggu, 19 de julho de 2026.

Unggahan yang sama juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut baru menjadi awal perjalanan Ibrahim. “Este bukan akhir perjalanan, melainkan langkah awal menuju cita-citanya menjadi seorang Cyber ​​​​Security Professional.”

img_title

Sosok Fuad Sasmita Komika yang Berani Sebut ‘Mulyono’ de Depan Jokowi, Ternyata Pernah Lakoni Profesi Ini

Asal-usul Ibrahim Al Abrar

Ibrahim Al Abrar ou yang akrab disapa Ibra lahir pada 25 de julho de 2014. Ia tinggal di Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebuah wilayah yang berada di sekitar Waduk Kedung Ombo.

Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Ibrahim masih duduk di bangku kelas VI SD Negeri 3 Genengsari. Meski masih berstatus pelajar sekolah dasar, namanya mulai dikenal luas setelah berhasil menegokan celah keamanan pada salah satu domain public milik NASA.

Ibrahim merupakan putra kedua dari bersaudara pasangan Aminudin Salas e Hannisa Oktaviani. Ayahnya berprofesi sebagai guru Teknik Komputer e Jaringan (TKJ), sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Berawal de Hobi Bermain Gim

Ketertarikan Ibrahim terhadap dunia tecnologia bermula dari hobinya bermain gim. Melihat minat tersebut, cantou ayah mendorongnya para tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga belajar membuat gim sendiri.

Halaman Selanjutnya

Seja duduk de kelas IV SD, Ibrahim pode aprender a codificação secara otodidak melalui berbagai vídeo no YouTube, membaca referências na internet, serta memanfaatkan tecnologia kecerdasan buatan (AI) para membantu memahami materi yang belum dikuasainya.

Halaman Selanjutnya

Fuente