Início Notícias Apa yang Menyebabkan Negosiasi AS-Iran Gagal Setelah 21 Jam? Ini Poin Utamanya

Apa yang Menyebabkan Negosiasi AS-Iran Gagal Setelah 21 Jam? Ini Poin Utamanya

37
0
Vance Sebut AS Ajukan Tawaran Terakhir e Terbaik Untuk Irã

Minggu, 12 de abril de 2026 – 10h36 WIB

VIVA – Negosiasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) e Irã yang berlangsung selama hampir 21 jam di Islamabad, Paquistão, berakhir tanpa kesepakatan pada Sabtu 11 de abril de 2026.

img_title

Vance Sebut AS Ajukan Tawaran Terakhir e Terbaik Untuk Irã

Kedua pihak dilaporkan gagal menjembatani perbedaan utama terkait program nuklir, sanksi, dan isu keamanan regional.

Wakil Presidente Amerika Serikat, JD Vance yang memimpin delegadoasi Washington mengatakan bahwa pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, sementara pihak Iran menilai tuntutan AS terlalu berlebihan e melanggar hukum.

img_title

Wapres AS: Tidak Ada Kesepakatan antara AS e Iran Setelah 21 Jam Peruundingan

Wakil Presidente AS JD Vance

Wakil Presidente AS JD Vance

JD Vance menyatakan bahwa meski diskusi telah dilakukan secara intensif, namun belum ada titik atrás yang bisa dicapai dengan Teerã. Ia menegaskan bahwa isu utama yang menjadi penghambat adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir maupun kemampuan yang memungkinkan percepatan pembuatannya.

img_title

Irã Serius Negosiasi dengan AS, Pezeshkian: Hasilnya Ditentukan Sikap Washington

“Kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir ini lebih merugikan Iran dibandingkan Amerika Serikat. Jadi kami kembali ke Amerika tanpa kesepakatan,” kata dia dikutip dari streaming ao vivo Al Jazeerah, Minggu 12 de abril de 2026.

Tuntutan AS dianggap berlebihan do Irã

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Irã menyampaikan keberatan terhadap pendekatan Washington yang dinilai mengajukan tuntutan berlebihan. Teerã menegaskan bahwa kesepakatan tidak akan tercapai jika AS tetap memaksakan syarat yang dianggap melanggar hak dan kepentingan seedal Irã.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irã, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa pembahasan selama 24 jam terakhir mencakup berbagai isu sensitif, mulai dari program nuklir, pencabutan sanksi, hingga persoalan Selat Hormuz e ganti rugi perang.

Delegasi perunding Irã yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)

Delegasi perunding Irã yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)

Meski demikian, Irã menyatakan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.

Pembicaraan di Islamabad enviou um momento diplomático significativo, mas manteve a liderança durante todo o ano, tanto a América como o Irã e o Irã setelah bentrokan militro.

Di tengah kegagalan ini, foco utama Amerika Serikat tetap pada upaya mencegah Irã memperoleh kemampuan senjata nuklir. Sementara itu, Irã menekankan pentingnya pencabutan sanksi serta pengakuan atas hak dan kepentingan seedalnya sebagai bagian dari kesepakatan yang adil.

Kegagalan mencapai kesepakatan berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas Kawasan, terutama mengingat pentingnya jalur strategis seperti Selat Hormuz na perda global. Namun, facta bahwa Communasi masih berlanjut memberi sinyal bahwa peluang diplomasi tetap terbuka.

Delegasi perunding Irã yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)

Peruundingan Gencatan Senjata Irã-AS e Diperpanjang Sehari

O Irã e o AS foram eleitos para Islamabad em Sabtu setelah O presidente AS Donald Trump mudou-se para Teerã tentando gencatan senjata selama dua minggu

img_title

VIVA.co.id

12 de abril de 2026

Fuente