Início Notícias América Ajukan 15 Syarat Damai, Irã Balas 5 Tuntutan Keras

América Ajukan 15 Syarat Damai, Irã Balas 5 Tuntutan Keras

16
0
América Ajukan 15 Syarat Damai, Irã Balas 5 Tuntutan Keras

Kamis, 26 de março de 2026 – 04:50 WIB

VIVA – Ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda meski upaya diplomasi terus digencarkan. Di tengah konflik yang melibatkan Iran and American Serikat, kedua negara kini justru terlibat dalam “perang syarat” yang memperlihatkan betapa lebarnya jurang perbedaan di antara mereka.

img_title

Putra Mahkota Saudita Tekan Trump Terus Gempur Irã, Ada Agenda Terselubung?

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan telah mengirimkan proposta damai berisi 15 poin kepada Teerã melalui jalur tidak langsung, termasuk lewat Paquistão. A proposta é importante para Washington, para aumentar o conflito e melhorar a estabilidade de Kawasan e aumentar a energia global. Namun, respons Irã menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan masih terjal.

Proposta 15 Poin AS: Nuklir hingga Selat Hormuz

img_title

Harga Minyak Bisa Tembus Rp2.5 Juta por Barel, Dunia Terancam Resesi!

Sejumlah laporan media internacional mengungkap isi utama proposta tersebut. Dalam laporan The Washington Post, Amerika Serikat meminta Iran untuk membongkar stok urânio yang diperkaya, menghentikan seluruh atividades pengayaan, serta membatasi program rudel balistiknya.

Enquanto isso, Teerã também diminuiu, mas teve que se livrar do Hezbollah, dos Houthis e do Hamas, e isso selama selama ini perhatian utama Washington.

img_title

Hadapi Dampak Ekonomi Konflik Timteng, Coreia Selatan Bikin Badan Khusus

Laporan Reuters juga menyebut proposta tersebut mencakup pemindahan urânio yang telah diperkaya keluar do Irã, serta penghentian dukungan terhadap jaringan proksi regional.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat menawarkan pelonggaran sanksi hingga kerja sama nuklir sipil. Bahkan, ada wacana gencatan senjata sementara selama 30 hari untuk membuka ruang negosiasi lebih lanjut.

O presidente Donald Trump enviou mengklaim bahwa kedua pihak telah mencapai “kemajuan besar” em pembicaraan, meski Irã secara terbuka membantah adanya negosiasi langsung.

Irã: AS Bernegosiasi com dirinya sendiri

Alih-alih menyambut, proposta do Irã justru menilai tersebut terlalu berat. Seorang sumber diplomatik dalam laporan Al Jazeera menyebut rencana 15 pontos sebagai “maximalis dan tidak masuk akal”, sehingga Teerã keberatan terhadap tuntutan Washington itu.

Bahkan, pernyataan keras juga datang dos militares do Irã. Juru bicara milliter Ebrahim Zolfaqari secara terbuka mengejek Amerika Serikat com menyebut Washington seolah “bernegosiasi dengan dirinya sendiri.” Sindiran ini menggambarkan rendahnya kepercayaan Irã terhadap proses diplomasi yang sedang berlangsung, terutama setelah konflik militer tetap berlanjut di lapangan.

Halaman Selanjutnya

Fuente