Rabu, 18 de março de 2026 – 14h05 WIB
Jacarta, VIVA – A atleta chave de kickboxing, Viona Amalia Adinda Putri, para fazer com que o sexo seja sexual e não seja um dia de folga. Di balik keberaniannya berbicara ke publik, ada proses panjang yang dilalui dengan rasa takut, malu, hingga upaya mencari perlindungan yang ia nilai tidak didapatkan.
Bônus Rp365 Miliar Cair! Atlet Indonesia da ASEAN Para Games Diguyur Hadiah Fantastis
Viona mengungkapkan bahwa pada awanya ia tidak langsung membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ia terlebih dahulu menempuh jalur internal dengan melaporkan dugaan kejadian tersebut kepada federasi kickboxing.
“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp e telepon sampai akhirnya dibentuk tim code etik,” ujar Viona em keterangan yang dikutip Kemenpora, Rabu 18 Maret 2026.
Pontianak Tuan Rumah Voli Ásia 2026, Erick Thohir Otimista Dongkrak Ekonomi
Meski demikian, proses internas yang berjalan tidak memberikan penyelesaian yang diharapkan. Viona merasa perlindungan yang seharusnya ia terima sebagai atlet não benar-benar didapatkan.
Karena itulah, ia akhirnya memutuskan mengambil langkah lebih jauh dengan melaporkan terduga pelaku kepada pihak kepolisian. Sebelum laporan tersebut dibuat, Viona juga sempat menyampaikan pengaduan kepada KONI daerah.
População: Erick Thohir Pasang Badan para Viona Amalia Adinda Putri, FPTI Lindungi Atlet Korban Pelecehan Sexual
Peristiwa yang dilaporkannya disebut terjadi saat dirinya tengah menjalani masa latihan intensivo. Di tengah fokusnya mempersiapkan diri sebagai atlet, Viona mengaku justru mengalami perlakuan yang tidak pantas dari sosok yang diduga sebagai pelaku.
Meski kini berani bersuara, Viona mengakui bahwa pada awanya ia diliputi rasa malu e não memiliki keberanian para membuka diri sebagai korban. Hal itulah yang membuatnya memilih jalur interno terlebih dahulu.
“Jujur alnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara interno (federasi) saja secara prosedur,” katanya.
Dalam proses pelaporan ke kepolisian, Viona bahkan mengaku menjalani semuanya sendirian tanpa didampingi kuasa hukum. Langkah itu ia ambil sebagai bentuk perjuangan untuk mempertahankankan harga diri sekaligus mencari keadilan.
Di tengah proses yang masih berjalan, Viona berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat bagi atlet perempuan lain agar tidak takut melindungi diri dan melapor jika mengalami hal serupa.
“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang tidak mau bicara,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Ia juga menegaskan bahwa prestasi olahraga seharusnya tidak dibayar com mengorbankan martabat seorang atlet.



