Ada yang Aneh di Final Liga Champions PSG x Arsenal

Minggu, 31 de maio de 2026 – 13:00 WIB

VIVA – Sejumlah foi o polêmico que perdeu o terceiro lugar dos campeões da Final Liga 2025/2026 contra o Paris Saint-Germain (PSG) e o Arsenal.

img_title

PSG Sim Lagi Bergantung pada Bintang, Luis Enrique Ubah Klub Paris Jadi Mesin Juara Eropa

Na última partida da Puskas Arena, em 30 de maio de 2026, o PSG anunciou que o Arsenal sofreu um pênalti. No entanto, você deve estar ciente de que há alguns momentos em que ele fala publicamente e memancing reaksi keras dari kedua kubu.

Controversi pertama terjadi saat Arsenal berada di back to berangan PSG. Na situação em que se encontra a área pertahanan sendiri, Bukayo Saka berusaha menyapu bola keluar dari kotak penalti. No entanto, você não sabe o que fazer e a bola terá que mengenai tangannya.

img_title

Transformação do PSG Bersama Luis Enrique: Dari Kumpulan Ego Menjadi Penguasa Eropa Contemporer

Pemain-pemain PSG langsung mengangkat tangan meminta hadiah penalti kepada wasit Daniel Siebert. Meski demikian, wasit asal Jerman itu memilih untuk melanjutkan pertandingan dan tidak menunjuk titik putih.

Keputusan tersebut langsung memancing perdebatan. Banyak pihak menilai insiden itu layak diperiksa lebih lanjut oleh VAR. No entanto, Siebert tampaknya beranggapan bola lebih dulu mengenai bagian tubuh lain sebelum menyentuh tangan Saka sehingga tidak memenuhi unsur handebol yang dapat dihukum penalti.

img_title

Arteta Curhat Sakit Hati Usai Arsenal Kandas da Final Liga Champions: Apa Pun Bisa Terjadi dalam Adu Penalti

A controvérsia foi divulgada dentro de casa com o Arsenal, Cristhian Mosquera, o ala do PSG e Khvicha Kvaratskhelia. O duelo foi disputado no último pênalti do PSG e a segunda rodada foi marcada pelo gol de Ousmane Dembele.

Yang menjadi perdebatan bukan hanya soal apakah pelanggaran tersebut layak berbuah penalti, tetapi juga keputusan wasit yang tidak mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Mosquera. Padahal, pemain asal Spanyol itu sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning pada babak kedua.

Keputusan tersebut membuat Arsenal terhindar dari bermain com 10 pemain, tetapi sekaligus memunculkan tanda tanya besar mengenai konsistensi kepemimpinan wasit sepanjang pertandingan.

Momen paling panas terjadi menjelang berakhirnya babak pertama prolongamento. Noni Madueke conseguiu penetrar no pênalti do PSG no terceiro duelo físico com Nuno Mendes.

Madueke akhirnya terjatuh e gagal melanjutkan pergerakannya menuju area berbahaya. Para jogar o Arsenal por menos de um pênalti, sementara bangku cadangan Os Gunners bereaksi keras terhadap keputusan wasit.

Halaman Selanjutnya

Nome Daniel Siebert Kembali Bergeming. Eu entrei em contato com os mais experientes em batalhas e bukan sebuah pelanggaran.

Halaman Selanjutnya

Fuente