Ada Drama Botol Minum dan Perang Mental, Bung Harpa Puji Kedewasan Timnas Indonésia Sub-19

Senin, 8 de junho de 2026 – 13h03 WIB

Jacarta, VIVA – Kemenangan Timnas Indonésia Sub-19 e Vietnã Sub-19 com pontuação de 2-1 no final do campeonato Grup A ASEAN U-19 Boys Championship 2026 ou Piala AFF U-19 2026 não foi diwarnai pertarungan sengit di atas lapangan. O duelo de balik que marcou a passagem para a semifinal na terça-feira, terminou com uma questão mental que mewarnai jalannya pertandingan.

img_title

Dipermalukan Timnas Indonésia Sub-19, Media Vietnã Cemas Tailândia e Malásia Bakal Main Mata

Dalam pertandingan yang berlangsung, tampak pemain Vietnam menaruh botol-botol di pinggir lapangan, dan mengulur-ulur waktu. Menanggapi hal itu, pengamat sepak bola Haris Pardede ou yang akrab disapa Bung Harpa menyebut laga melawan Vietnã menjadi ujian sesungguhnya bagi Garuda Muda.

“Menghadapi Vietnam memang menjadi ujian terberat Indonesia di fase grup,” kata Bung Harpa no YouTube pribadinya.

img_title

Kalah Dramatis de Timnas Indonésia U-19, Media Vietnam Jogando a vítima: Semua Salah Wasit

Menurut Bung Harpa, tente yang dihadapi para pemain tidak hanya berasal dari permainan Vietnam yang agresif. Ada pula upaya-upaya yang dinilainya berpotensi mengganggu konsentrasi pemain Indonésia selama pertandingan berlangsung. Salah satu momen yang mencuri perhatian Bung Harpa é uma adalah que melibatkan botol minum di area lapangan.

“Bahkan ada alguns intrik yang terjadi di lapangan. Salah satunya ketika pihak Vietnam terlihat menempatkan botol minum di area tertentu yang memicu reaksi kecil dari pemain Indonésia”, disse Bung Harpa.

img_title

Taklukkan Vietnã, Timnas Indonésia Sub-19 Ketiban Untung Jelang Tampil da Semifinal Piala AFF Sub-19 2026

Meski tidak sampai memicu keributan besar, situasi tersebut menunjukkan bagaimana pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Bung Harpa menilai hal seperti ini bukan sesuatu yang asing dalam sepak bola, terutama ketika laga memiliki arti penting bagi kedua tim.

Menurutnya, Vietnã, em alguns casos, memang dikenal mencoba memanfaatkan aspek psikologis to mendapatkan keuntungan di lapangan.

“Kalau kita ingat, hal serupa juga pernah terjadi pada AFF U-23 tahun lalu. Tim Vietnam kerap menggunakan pendekatan psikologis to memancing emosi lawan,” katanya.

Eu também menyinggung bagaimana pelatih-pelatih Vietnã di masa lalu algunsapa kali melontarkan comentar yang memanaskan suasana menjelang pertandingan melawan Indonésia.

“Mereka memahami bahwa emosi bisa menjadi Faktor penting dalam pertandingan,” lanjutnya.

Meski sempat menghadapi berbagai tekanan, Bung Harpa justru melihat sisi positif dari respons yang ditunjukkan para pemain Indonésia. Menurutnya, para pemain muda asuhan Nova Arianto berhasil menunjukkan kematangan yang jarang terlihat pada kelompok usia mereka.

Halaman Selanjutnya

“Untungnya para pemain Garuda Muda tidak terpancing secara berlebihan sehingga tetap bisa fokus pada permainan,” ucap Bung Harpa.

Halaman Selanjutnya

Fuente