Início Notícias 3.5 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jabodetabek em Mudik Lebaran 2026

3.5 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jabodetabek em Mudik Lebaran 2026

18
0
3.5 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jabodetabek em Mudik Lebaran 2026

Rabu, 11 de março de 2026 – 00:51 WIB

Bekasi, VIVA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret dan puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret.

img_title

Jangan Sepelekan Istirahat Saat Mudik, Risikonya Fatal

“Jadi perkiraan 3.5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat pekan ini,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono no briefing de mídia de Jatiasih, Bekasi cai em Selasa.

Hal itu, karena memang dengan adanya liburan yang cukup panjang, ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan, tetapi memilih waktu yang tepat agar nyaman selama mengalami mudik maupun arus balik. Dan puncak arus balik nantinya adalah tanggal 24 Maret.

img_title

Cek Kesiapan Jalur Mudik, Kapolda Sumsel: Pemudik Harus Nyaman e Selamat

Rivan mengatakan bahwa puncak arus balik pada H+3 Lebaran tersebut, diperkirakan ada sebagian karena harus membagi silaturahmi ke Jacarta kembali lagi, tapi sementara itu ada juga yang sampai dengan di ujung (liburan).

Kemudian dari proyeksi 3.5 juta kendaraan ini, lanjutnya, memang pergerakannya berbeda, di mana 28 persen itu ke Merak, sementara 50 persen ke arah timur sampai dengan Cipularang, sementara sisanya adalah sekitar 20 persen adalah ke arah Bogor.

img_title

Bos Jasa Marga Sebut Diskon 30 Persen Tarif Tol Bisa Jadi Patokan Manajemen Waktu Pemudik

“Yang perlu diantisipasi adalah yang 50 persen ke timur. Karena ini akan terbagi kembali, 57 persen ke arah Trans Jawa e 42 persen ini adalah yang ke arah Cipularang. Dan Bisanya Kepadatan di quilometro 66 adalah karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak sekitar 50 persen yang ke arah Trans Jawa”, disse Rivan.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi diperkirakan terjadi pada 16 Maret and 18 Maret berdasarkan hasil simulasi proyeksi pergerakan massarakat di momentum tersebut.

Dudy menjelaskan, pemerintah telah mengusulkan kebijakan work from qualquer lugar (WFA) para membantu mengurangi kepadatan arus mudik e dan kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari presidin

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah mengusulkan penerapan kebijakan WFA selama lima hari pada masa mudik dan arus balik Lebaran guna mendistribusikan pergerakan massarakat agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu.

Halaman Selanjutnya

Para que você possa mudar, o WFA foi direcionado para os dias 16 e 17 de março de 2020, o que permitiu flexibilidade enquanto perjalanan sebelum puncak kepadatan lalu lintas terjadi, kata Duda. (Formiga)

Halaman Selanjutnya

Fuente