Senin, 30 de março de 2026 – 23h16 WIB
Jacarta, VIVA – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dinilai berjalan relatif lancar dan terkendali, com sejumlah indicador menunjukkan perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 30 de março de 2026.
Viagem lenta de Waktu Lebaran, Bikin Mudik Makin Bermakna
Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi layanan jalan tol selama periode Lebaran, termasuk aspek lalu lintas, keselamatan, serta sekretivitas pengelolaan infrastruktur.
“Secara umum, pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan terkendali.
Kisah Mudik Para Mekanik yang Jarang Tersorot
Ia menyebut, pengelolaan lalu lintas selama periode tersebut melibatkan koordinasi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan dukungan sistem pemantauan berbasis teknology.
“Penguatan sistema monitoramento melalui JMTC, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik strategis, sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas”, também dia.
Puncak Arus Balik Mudik di Ketapang Makin Padat, ASDP Pastikan Layanan Tetap Terkendali
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau JMTC di Jatiasih, Bekasi
Data pemantauan Jasa Marga mencatat volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3.25 juta kendaraan selama periode Lebaran. Este valor foi de 18,4 pessoas para a distribuição normal e 2,3 pessoas para a distribuição no final de 2025. Sementara itu, o volume foi reduzido para Jacarta tercatado 2,98 apenas para o limite ou 10,8 pessoas da classificação normal.
Puncak arus mudou terjadi em H-3 ou 18 de março de 2026 com 270.315 kendaraan, totalizando 4,6 pessoas dibandingkan tahun sebelumnya. Adaptado puncak arus balik terjadi pada H+3 ou 24 Maret 2026 com jumlah 256.338 kendaraan, maior rendah dibandingkan tahun lalu maupun proyeksi awal.
Dari sisi waktu tempuh, arus balik tercatat 5 jam 12 menit ou lebih cepat 3,8 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara itu, waktu tempuh arus mudik mencapai 5 jam 46 menit ou meningkat 2,6 persen seiring tingginya volume kendaraan.
Pada aspek keselamatan, jumlah kecelakaan selama periode Lebaran 2026 tercatat sebanyak 51 kejadian, turun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah korban tercatat 60 orang ou menurun 34 persen. Korban meninggal dunia tercatat 2 orang ou berkurang 60 persen dibandingkan tahun lalu.
Halaman Selanjutnya
Selama periode tersebut, sejumlah kebijakan lalu lintas diterapkan, antara lain diskon tarif tol sebesar 30 persen, pembatasan angkutan barang, serta rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way yang bersifat situacional. Pembatasan angkutan barang tercatat menurunkan volume kendaraan logistik hingga 74,56 persen selama masa pembatasan.



