Jumat, 24 de julho de 2026 – 06:14 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membros tanggapan soal rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jacarta, yang bakal menerbitkan obrigasi senilai Rp 3,5 triliun.
Purbaya Bakal Buru Pajak Orang Kaya yang Tak Laporkan Penyimpanan Dananya di Luar Negeri
Dia trocadilho mempertanyakan rencana Pemprov DKI Jacarta itu, karena menurutnya Pemda tersebut masih mempunyai dana yang cukup besar dan belum terserap.
“Buat apa terbitkan obligasi? Kan uangnya banyak, masih berapa triliun itu enggak kepakai,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jacarta, Kamis, 23 de julho de 2026.
Airlangga Ungkap 4 Negara yang Dikecualikan de Aturan Soal DHE SDA, Ini Daftarnya
Governador DKI Jacarta Pramono Anung
Meski demikian, Purbaya mengatakan bahwa langkah pemerintah Jacarta para menerbitkan obrigasi sebenarnya tidak bahaya bagi aspek keuangan Pemprov DKI Jakarta. Hal itu karena menurutnya kondisi keuangan Pemda DKI terbilang kuat.
Classificação Purbaya Sebut AAA Panda Bond Buktikan Kredibilitas Pengelolaan Fiskal RI
No entanto, di sisi lain Purbaya hanya mengaku heran, e mempertanyakan rencana Pemprov DKI Jacarta menerbitkan surat utang padahal mereka memiliki kondisi keuangan yang baik.
“Kalau kredibel seperti DKI, uangnya banyak, sebenarnya enggak bahaya. Cuma yang jadi pertanyaan adalah dia kan uangnya enggak kepakai banyak, buat apa terbitkan bond?” Tanya Purbaya.
“Tapi saya enggak tahu, nanti saya cek lagi sama mereka,” ujarnya.
Diketahui, Gubernur DKI Jacarta, Pramono Anung, sebelumnya sempat menjelaskan bahwa rencana Pemprov DKI Jacarta menerbitkan obrigasi daerah senilai Rp 3,5 triliun, bukan karena kondisi APBD seang kekurangan dana.
Em “Jakarta Budget Talks” de Balaikota DKI Jacarta em Rabu, 22 de julho de 2026, Pramono mengatakan bahwa obrigasi merupakan instrumento financiamento criativo, para membuat pengelolaan APBD lebih sehat dan transparente.
“Kenapa Rp 3.5 triliun? daerah-daerah lain,” ujarnya.
Purbaya Jamin Penyelesaian Utang Whoosh Tak Bebani APBN, Ini Alternatif Pendanaannya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, penyelesaian utang dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) também conhecido como Whoosh, tidak akan sampai membebani APBN.
VIVA.co.id
24 de julho de 2026
