Kamis, 16 de julho de 2026 – 05:30 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang pemerintah Indonésia masih berada pada nível yang aman meski nilainya telah menembus Rp 8.000 triliun.
Utang Luar Negeri RI Mei 2026 Naik Jadi US$ 444,4 Miliar, Ini Rinciannya
Menurutnya, kondisi utang tidak dapat dinilai hanya dari nominal, melainkan harus dibandingkan dengan ukuran per seedal econômico.
“Kita selalu bandingkan com tamanho econômico, jangan nominalnya saja”, ujar Purbaya di Komplik Istana Kepresidenan, Jacarta, Rabu.
Tesoureiro Ungkap Dampak dari Keputusan S&P Global Pertingkat Peringkat Utang RI
Purbaya menjelaskan, indicador yang lazim digunakan to mengukur keberlanjutan utang adalah rasio utang terhadap produto doméstico bruto (PDB).
Berdasarkan ukuran tersebut, rasio utang Indonésia saat ini masih berada di kisaran 40 persen APO, jauh di bawah batas maximal 60 persen yang diatur dalam standar internacional Tratado de Maastricht.
Meski Tembus 40.54 Persen terhadap PDB, Purbaya Sebut Rasio Utang RI Masih Aman
“Jadi, kita kalau pakai di fiskal itu kan di bawah 60 persen, harusnya di bawah 60 persen. Kita masih 40 persen jadi masih jauh,” kata Purbaya.
Ia membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara maja yang memiliki tingkat utang jauh lebih tinggi. Menu, América do Norte tem uma taxa de até 100 pessoas PDB, Singapura sekitar 175 pessoas, Alemanha mais de 60 pessoas, e o Japão mencapai sekitar 275 pessoas.
Selain itu, Purbaya menegaskan tidak ada alasan untuk meragukan kapasitas fiskal Indonesia.
Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia juga tercermin dari penilaian lembaga pemeringkat internacional Standard & Poor’s (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat credit Indonesia di level BBB com perspectiva (perspectiva) estável.
Lebih lanjut, apabila kemampuan pembayaran utang dinilai bermasalah, lembaga pemeringkat sudah lebih dahulu menurunkan prospek maupun peringkat crédito Indonésia.
“Kalau kita dianggap nggak mampu pasti sudah instável ou negativo ou rebaixamento de mungkin sudah,” jelasnya. (Formiga)
Tumbuh 2.1 Persen, Utang Luar Negeri RI Hampir Tembus Rp 8.000 Triliun Per Mei 2026
Até Luar Negeri (ULN) em maio de 2026, foram 2,1 pessoas por ano (ano a ano) de US$ 444,4 milhões ou sete Rp 7.999 triliun (taxa de câmbio asumsi Rp 18.000 por dólar AS).
VIVA.co.id
15 de julho de 2026
