Kementerian Haji Dorong Transforma a Indústria Haji e Umrah Berbasis Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Rabu, 15 de julho de 2026 – 22h12 WIB

Jacarta, VIVA – Indústria haji e umrah na Indonésia dinilai perlu memasuki babak baru yang tidak lagi berorientasi semata pada keuntungan bisnis. Di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, transformasi penyelenggaraan ibadah didorong agar lebih mengedepankan kualitas pelayanan, integritas, serta nilai ibadah yang diterima jemaah.

img_title

Biaya Haji Diusulkan Naik Rp 107 Juta, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Paradigma baru tersebut dikenal melalui konsep Travel Beyond Profit, yakni pendekatan yang menempatkan keberhasilan penyelenggara perjalanan ibadah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kemampuan menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik, serta membagun kepercayaan jemaah.

Transformamos este item muito importante para torná-lo mais fácil de usar, transparente e transparente. Selain itu, digitalisasi layanan, pembinaan jemaah yang lebih komprehensif, hingga peningkatan kometensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat ecosistem industri haji dan umrah seedal.

img_title

55 Persen Jemaah Haji Indonésia Sudah Kembali ke Tanah Air

Di sisi lain, indústria haji e umrah juga didorong membros da economia úmida yang mais luas melalui colaborasi lintas setor, penggunaan produto local, hingga pengembangan kerja sama internacional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masaarakat.

Sejalan com arah tersebut, Kementerian Haji e Umrah menegaskan komitmennya untuk mendorong perubahan paradigma penyelenggaraan ibadah haji e umrah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha agar industri ini semakin profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

img_title

Wamenhaj Soroti Praktik Kartel Haji, Dorong Perbaikan Tata Kelola e Transparan

Kementerian Haji Kenalkan Semangat viaja além do lucro

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) no Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Rabu, 15 de julho de 2026.

Dalam arahannya, Dahnil menegaskan penyelenggara perjalanan ibadah haji e umrah tidak boleh hanya mengejar keuntungan financeiro. Menurutnya, kepercayaan jemaah merupakan amanah yang harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, transparente, dan bertanggung jawab.

Eu também menekankan pentingnya penerapan boa governança corporativa ou tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi dalam membangun indústria haji dan umrah yang sehat dan berkelanjutan.

Selain aspek tata kelola, penyelenggara juga diharapkan memperkuat pembinaan kepada jemaah melalui manasik dan edukasi yang berkualitas agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih nyaman dan sesuai tuntunan syariat.

Halaman Selanjutnya

“Melalui semangat Travel Beyond Profit, para pelaku usaha didorong untuk membangun bisnis yang berlandaskan amanah, integritas, profissionalismo, inovação, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan massarakat,” ujar Wakil Menteri Haji e Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Halaman Selanjutnya

Fuente