Prabowo Luncurkan B50, Anggota DPR: Pemanfaatan Energi Domestik Tercapai Optimal

Sabtu, 11 de julho de 2026 – 09:30 WIB

Jacarta, VIVA – Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui, mengapresiasi langkah Menteri Energi e Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang terus mempercepat implementasi Mandori Biodiesel B50. Menurutnya, tahapan implementasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi seedal melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

img_title

Reaksi Berkelas PSSI usai Presidente Prabowo Subianto Resah Timnas Indonésia Belum Lolos Piala Dunia, Singgung APBN

Alfons menilai, setelah peluncuran seedal B50 do presidente Prabowo Subianto, fokus pemerintah kini bergeser pada keberhasilan implementasi di lapangan. Hal tersebut penting agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara ideal, baik dalam mengurangi ketergantungan terhadap importa BBM maupun memperkuat ketahanan energi seedal.

Data Berdasarkan Kementerian ESDM, hingga awal Juli 2026 sebanyak 57,6 pessoas SPBU Biosolar telah menyalurkan B50. Pemerintah juga memberikan masa transisi hingga 30 September 2026 bagi badan usaha to menyelesaikan distribusi B40 sebelum implementasi penuh B50 secara seedal mulai 1 Oktober 2026.

img_title

Prabowo Cerita PT PAL hingga Pindad Mau Dijual ke Asing: Saya Larang!

Alfons menambahkan bahwa implementasi B50 juga mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada massarakat melalui upaya menjaga ketersediaan bahan bakar yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat perekonomian rakyat.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel pode membuka peluang usaha yang semakin prospect bagi jutaan petani kelapa sawit, meningkatkan permintaan CPO dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah sentra perkebunan sawit.

img_title

Prabowo Resmikan 5 Bendungan di Lima Provinsi, Telan Anggaran Rp9,79 T

“Saya mengapresiasi langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang terus mengawal implementasi B50 secara bertahap dan terukur. Kepastian pelaksanaan menjadi kunci agar tujuan memperkuat kemandirian energi, mengurangi import BBM, dan meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik dapat tercapai secara ideal,” ujar Alfons dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 11 de julho de 2026.

Alfons juga mendukung langkah pemerintah yang menegaskan pentingnya kepatuhan seluruh badan usaha terhadap kebijakan Mandori B50. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan industri menjadi Faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memberikan kepastian bagi pengembangan industri bioenergi seedal.

“Keberhasilan B50 não é ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh implementasi yang konsisten di lapangan. Semakin baik pelaksanaannya, semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan massarakat, mulai dari penghematan devisa, tumbuhnya investasi, berkembangnya industri bioenergi, hingga terbukanya lapangan kerja”, disse Alfons.

Halaman Selanjutnya

Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar implementasi Mandori B50 berjalan sesuai target, mulai dari kesiapan pasokan, distribusi, kualitas bahan bakar, hingga kepatuhan seluruh badan usaha.

Halaman Selanjutnya

Fuente