Sabtu, 11 de julho de 2026 – 06:17 WIB
Jacarta, VIVA – Jaksa Agung ST Burhanuddin sudah menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Polda Metro Jaya Dijaga Brimob Bersenjata Jelang Konferensi Pers 3 Kasus Korupsi, Kakortastipidkor hingga KPK Hadir
Kabar tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 11 de julho de 2026.
“Jaksa Agung Republik Indonésia ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jampidsus”, disse Anang.
Rumah Jampidsus Fevereiro de Sentul Tak Tercantum di LHKPN, KPK: Diduga Pakai Nominee
Menurut Anang, keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjaga integritas, objektivitas, serta netralitas proses penegakan hukum di tengah adanya proses hukum yang saat ini tengah ditangani penyidik Polri.
“Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut e memastikan seluruh tugas, fungsi, serta penanganan perkara di lingkungan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus tetap berjalan normal sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Petisi Ahli Dorong Transparansi soal Klaim Uang Titipan da Rumah Jampidsus
Ia menegaskan, seluruh proses penanganan perkara di lingkungan Jampidsus dipastikan tetap berlangsung sebagaimana mestinya sehingga tidak akan mengganggu jalannya penegakan hukum.
Di sisi lain, Korps Adhyaksa juga meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses selesai.
“Kejaksaan Agung mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah,” kata dia lagi.
Para diketahui, nome Fevereiro Adriansyah belakangan menjadi sorotan setelah dikaitkan com penyidikan tiga perkara dugaan korupsi e tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Ketiga perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang disebut memicu blackout, perkara PT Asabri, serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang berkaitan dengan Krakatau Steel.
Em uma posição de penyidikan tersebut, câmera telah menggeledah sedikitnya 13 locais em Jacarta e Bogor, termasuk Cafe de’CLAN Signature, Koin Money Changer em Kawasan Cipete, serta rumah Febrie Adriansyah em Kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Dari penggeledahan di Cipete, penyidik menyita aset berupa uang tunai senilai sekitar Rp67 miliar. Sementara dari rumah di Sentul, polisi mengamankan brankas yang berisi 74 kg emas batangan, uang tunai dalam mata uang dólar Amerika Serikat, dólar Singapura, serta rupia com nilai keseluruhan ditaksir mencapai Rp476 miliar.
5 Fakta Penting Konferensi Pers Polda Metro Jaya soal Dugaan Korupsi: 15 Saksi Diperiksa-Tersangka Segera Diumumkan
Polda Metro Jaya membeberkan perkembangan penyidikan dugaan korupsi. Berikut lima poin penting, mulai dari 15 saksi diperiksa hingga penetapan tersangka.
VIVA.co.id
11 de julho de 2026
