Kamis, 9 de julho de 2026 – 19h17 WIB
Lampung Selatan, VIVA – As autoridades vulcânicas e a Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) forneceram informações importantes sobre as atividades vulcânicas de Gunung Anak Krakatau (GAK) sem muita dificuldade em fornecer informações que sejam verificadas.
Trágico! Pendaki Alami Hipotermia de Kaki Gunung Rinjani, Meninggal Usai Dievakuasi
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan informasi mengenai perkembangan atividades vulkanik GAK hanya disampaikan melalui canal resmi pemerintah, sehingga massarakat diharapkan mengacu pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami terus mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait atividades Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta memperoleh informasi dari BPBD maupun instansi berwenang agar tidak menimbulkan keresahan,” kata dia di Lampung Selatan, Kamis, 9 de julho de 2026.
Status Gunung Anak Krakatau Ditingkatkan Jadi Siaga Nível III
Ia menjelaskan atividades vulcânicas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara intensif menggunakan pemantauan visual maupun instrumental para mengetahui perkembangan atividades tersebut secara berkelanjutan.
“No dia 8 de julho, kemarin memang tercatat terjadi tujuh kali erupsi sejak tengah malam hingga pukul 12.00 WIB siang. Setelah itu atividades kembali menurun. Karakter Gunung Anak Krakatau memang seperti itu. Ketika energinya habis, atividades akan kembali tenang sampai energi baru kembali terbentuk Tetap waspada, tetapi massarakat tidak perlu pânico,” katanya.
Adik Kelas Bongkar Kebiasaan Jokowi Saat Kuliah da UGM
Dia menjelaskan tinggi Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh lebih rendah dibandingkan dengan saat peristiwa longsoran yang memicu tsunami pada 2018.
“Pada saat itu ketinggian gunung sekitar 338 mdpl sehingga beban di puncaknya jauh lebih besar dan mampu mendorong air laut hingga ke daratan. Saat ini ketinggiannya sekitar 157 mdpl. Mudah-mudahan apabila terjadi longsoran, dampaknya tidak akan sebesar yang pernah terjadi,” ujarnya.
Dia menjelaskan ancaman yang paling berpotensi dirasakan massarakat selama atividades vulkanik berlangsung berupa hujan abu apabila arah angin ke daratan Lampung.
“Dalam kondisi seperti ini, massarakat cukup menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik. Hingga saat ini, belum terdapat dampak langsung yang membahayakan massarakat,” ucapnya. (Formiga)
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Badan Geologi Pertahankan Status Siaga e Ingatkan Raio Aman 3 quilômetros
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu siang. Badan Geologi mempertahankan status Siaga e mengimbau massarakat tidak beraktivitas num raio de 3 quilômetros.
VIVA.co.id
8 de julho de 2026
