Presidente do Líbano: Perjanjian dengan Israel Tak Sahkan Pendudukan

Sabtu, 4 de julho de 2026 – 08:20 WIB

VIVA – O Presidente do Líbano, Joseph Aoun, mengatakan perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani dengan Israel “não melegitimasi berlanjutnya pendudukan Israel no Líbano.”

img_title

Irã Peringatkan AS-Israel Tak Ganggu Rangkaian Pemakaman Ali Khamenei

O Presidente Aoun menegaskan kesepakatan itu justru memberdayakan exército do Líbano para memperluas kewenangan ke seluruh wilayah negara tersebut.

Aoun menyampaikan hal itu dalam pertemuannya com delegados da Asosiasi Universitas Líbano, Ikatan Dokter Líbano, e Ordo Maronit Líbano, menurut pernyataan dari kantor kepresidenan Líbano

img_title

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel, Gugur Saat Menanti Kelahiran Putra Pertama

Keputusan berdaulat Líbano, lanjutnya, bertujuan memisahkan dengan masalah Irã-AS, sehingga menjadi perhatian bagi sebagian pihak yang terbiasa berada di bawah kendali pihak lain, yang mengambil keputusan dan bernegosiasi atas nama Líbano.

“Rumusan kerangka kerja tersebut tidak melegitimasi berlanjutnya pendudukan Israel atas Líbano, melainkan bertujuan untuk memberdayakan exército Líbano agar dapat memperluas kendalinya atas seluruh wilayah Líbano,” kata Aoun dikutip Sabtu, 4 de julho de 2026.

img_title

Parlemen Israel Setujui RUU Larangan Azan Pakai Pengeras Suara

Dia menambahkan tidak ada pihak yang meragukan peran militer Líbano. Menurut Aoun, militer Líbano akan sepenuhnya menjalankan tanggung jawabnya dalam mencapai keamanan e dan stabilitas di wilayah selatan setelah pasukan Israel ditarik.

Pekan lalu, Líbano e Israel – com a mídia americana Serikat – menandatangani kesepakatan yang mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Líbano, dimulai dari dua area percontohan.

Namun demikian, kesepakatan itu tidak menetapkan jadwal pasti to penarikan penuh pasukan Israel.

Tahapan selanjutnya dikaitkan dengan kesiapan exército do Líbano mengambil alih tanggung jawab keamanan serta pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah.

Pemerintah Líbano menggambarkan kesepakatan itu sebagai “langkah pertama” para memulihkan kedaulatan negara atas seluruh wilayah e dan memungkinkan penduduk yang mengungsi kembali ke kampung halaman mereka.

Sementara itu, kelompok gerakan Hizbullah menolak kesepakatan tersebut dan menganggapnya “tidak sah”. Kelompok itu menilai upaya penarikan pasukan Israel com pelucutan senjatanya telah melampaui “semua garis merah”.

Kementerian Kesehatan Líbano telah mencatat sedikitnya 4.298 orang tewas dan 12.196 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret lalu.

Israel telah menduduki sebagian wilayah Líbano selatan selama bertahun-tahun. Bahkan, algumas décadas de antaranya dilakukan selama.

Israel juga menguasai wilayah tambahan selama perang 2023-2024 e telah maja lebih de 10 quilômetros até wilayah Líbano. (Formiga)

Ilustrasi pembunuhan

Baru Menikah e Istri Mengandung, Pemain Palestina Meniggal Ditembak Tentara Israel

Dunia sepak bola kembali diselimuti kabar duka. Kiper asal Palestina, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan exército Israel di Jalur Gaza p

img_title

VIVA.co.id

3 de julho de 2026

Fuente