Jumat, 3 de julho de 2026 – 20h06 WIB
VIVA – Drama polêmico duelo mewarnai entre Portugal x Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Gol penyeimbang Kroasia di masa tempo de lesão dianulir VAR, e kini penyerang Igor Matanovic akhirnya buka suara soal insiden yang memicu perdebatan tersebut.
FIFA Gelontorkan Um Persib Persib, Cukup para Tebus Ragnar Oratmangoen?
Kroasia sebenarnya sempat berpesta ketika Josko Gvardiol menjebol gawang Portugal pada menit ke-103. No entanto, ele selebrasi hanya berlangsung sesaat setelah VAR marcou gol e akibat posisi impedimento.
Keputusan tersebut diambil setelah tecnologia Connected Ball Technology mendeteksi adanya sentuhan tipis de Igor Matanovic dalam proses terjadinya goal. Sentuhan yang nyaris tak terlihat itu membuat Gvardiol dinyatakan berada na posição de impedimento.
Timnas Indonésia Diabaikan, Singapura Dikabarkan Pilih Undang Brasil e Japão no Mini Turnamen FIFA Matchday
Usai pertinente, Matanovic mengakui bahwa dirinya memang sempat merasakan sedikit sedikit sedikit com bola, meski avalya ia sendiri tidak yakin.
“Sejujurnya saya merasa ada sedikit sentuhan, mungkin mengenai rambut saya. Saya sempat bertanya kepada wasit karena saya tidak yakin seratus persen apakah benar menyentuh bola,” ujar Matanovic.
Lamine Yamal Kasih Peringatan Kepada Cristiano Ronaldo Jelang Spanyol Jumpa Portugal di Piala Dunia 2026
Wasit kemudian menjelaskan bahwa bola yang digunakan telah dilengkapi chip khusus yang mampu mendeteksi setiap sentuhan sekecil apa trocadilho. Os dados foram mencionados como o VAR marcou o gol da Croácia.
Matanovic mengaku sangat kecewa com hasil akhir pertandingan. Menurutnya, Kroasia layak mendapatkan hasil yang lebih baik setelah tapil dominan sepanjang babak kedua.
“Kami bermain sangat baik setelah jeda dan pantas mendapatkan hasil lebih. Saya belum melihat kembali momen penalti itu, tetapi hari ini kami benar-benar sangat tidak beruntung,” lanjutnya.
A FIFA só pode ser membro da equipe de resmi e elektroversi tersebut. Menurut badan sepak bola dunia itu, tecnologia yang tertanam di dalam bola Adidas Trionda mampu mendeteksi sentuhan mikro menggunakan sensor IMU, sehingga keputusan offside dapat dipastikan secara objektif.
Os dados da FIFA menegaskan dari chip di dalam bola menunjukkan adanya sentuhan Matanovic sebelum bola diteruskan kepada Josko Gvardiol. Karena itu, keputusan wasit to menganulir gol dinilai sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Akibat keputusan tersebut, Kroasia harus menerima kekalahan 1-2 dari Portugal e tersingkir dari Piala Dunia 2026. Portugal trocadilho berhak melaju ke babak 16 besar, di mana mereka sudah ditunggu juara Eropa, Spanyol.
Halaman Selanjutnya
Meski menuai critik dari kubu Kroasia, pelatih Portugal Roberto Martinez justru memuji penggunaan teknologi tersebut. Menurutnya, keputusan yang diambil sepenuhnya berdasarkan data sehingga tidak lagi bergantung pada interpretasi subject wasit.