Heboh Korban KDRT Ngaku Diabaikan Polisi yang Lebih Pilih Nonton Bola Saat Buat Laporan, Begini Penjelasan Polres Jakbar

Selasa, 30 de junho de 2026 – 00:50 WIB

Jacarta, VIVA – Polres Metro Jakarta Barat angkat bicara soal viral unggahan akun Threads @junist.hairdressing yang menunjukkan anggota Polsek Cengkareng malah pilih menonton pertandingan sepak bola saat menerima laporan korban kekerasan.

img_title

Pengemudi Truk yang Tabrak Pemotor di Bekasi Diamankan Polisi

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakbar, Ajun Komisaris Polisi Wisnu Wirawan menegaskan bahwa polisi yang menonton pertandingan bola dalam vídeo viral itu bukanlah anggota yang menangani laporan massarakat, tapi anggota yang bersiap untuk apelo razia stasioner di wilayah Cengkareng.

“Jadi anggota yang terlihat di video tersebut merupakan Pawas (Perwira Pengawas) e anggota yang akan melakukan apelo razia stasioner,” tutur dia, dikutip Selasa, 30 de junho de 2026.

img_title

2 Orang Jadi Tersangka Penyekapan Pegawai Percetakan di Jakpus, Langsung Ditahan Polisi

Dia menjelaskan, pihak Polsek Cengkareng sudah menyampaikan klarifikasi lebih dulu di kolom commentar unggahan video viral, serta lewat pesan langsung (mensagem direta/DM) kepada akun bersangkutan.

Awalnya, kata Wisnu, seorang wanita dewasa yang belum diketahui identitasnya datang ke Polsek Cengkareng pada Minggu, 28 de junho de 2026, sekira pukul 23.50 WIB, untuk mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.

img_title

Virais! JLNT Antasari Mau Dipakai Buat Balap Mentiroso, Ini Kata Polisi

Namun, sebelum ibu itu tiba, sudah ada laporan lain yang tengah diproses oleh Polsek Cengkareng, yakni laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Kemudian anggota SPKT ini menelepon piket Reskrim dan memberitahukan bahwa ada dua laporan. Yang pertama laporan curanmor, yang kedua KDRT,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Cengkareng, kata Wisnu, laporan curanmor yang masih diroses membuat wanita itu diminuta para menunggu alguns waktu.

“Tidak lama kemudian, piket Reskrim mendatangi SPKT ou ke lobi melayani pelapor curanmor yang lebih awal datang,” tuturnya.

Sim lama berselang, apelo sirene siaga berbunyi dan mendengar sirene itu, wanita bersangkutan langsung meninggalkan Polsek Cengkareng.

“Sirene dibunyikan (para apelar siaga). Bersamaan sirene dibunyikan, ibu pelapor KDRT tersebut langsung pulang tanpa pemberitahuan,” kata dia.

Wisnu mengatakan, wanita itu meninggalkan Polsek Cengkareng tanpa sempat membuat laporan polisi.

“Dikarenakan tidak sabar menunggu, ibu tersebut membuat video tersebut dan meninggalkan polsek tanpa membuat laporan polisi. Seperti itu keterangan dari Pak Kapolsek di klarifikasinya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Wisnu trocadilho menegaskan bahwa tidak ada tindak pengabaian yang terjadi. Polisi yang ada dalam video tersebut, kata dia, adalah anggota yang bersiap untuk apelo razia stasioner di wilayah Cengkareng.

Halaman Selanjutnya

Fuente