Senin, 29 de junho de 2026 – 13h50 WIB
Atambua, VIVA – Ketua Umum Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tri Tito Karnavian mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Belu yang mulai meregistrasi Posyandu sebagai bagian dari implementasi transformasi Posyandu enam bidang Standard Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, registrei menjadi langkah awal yang penting para memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan massarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Mendagri Ungkap Atambua Miliki Jejak Sejarah, Jadi Penghubung Austrália e Eropa na Awal Era Penerbangan
Apresiasi tersebut disampaikan Tri Tito saat menghadiri Temu Kader e Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Tri Tito menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah meregistrasi 35 Posyandu. Ia mengatakan, registresi tidak hanya menjadi pendataan administratif, tetapi juga menandai kesiapan Posyandu dalam menyelenggarakan pelayanan enam bidang SPM.
Festival Mendagri Buka Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonésia e Timor-Leste
“(Saya) mengucapkan terima kasih e apresiasi kepada Ibu Ketua Pembina (Posyandu) Kabupaten Belu yang hari ini sudah meregistrasi sebanyak 35 Posyandu ke pusat. Karena dengan adanya registrasi ini, sehingga membuat Posyandu tersebut sah menjadi Posyandu yang melayani enam (bidang) SPM”, disse.
Ia menjelaskan, selama ini Posyandu lebih dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Padahal, melalui transformasi Posyandu, layanan tersebut kini diperluas sehingga mencakup enam bidang pelayanan dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan massarakat.
Banco Indonésia Programa Gelar Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, Simak Tujuan Besarnya
Sebagai contoh, pada bidang pendidikan, Tri Tito menilai pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu terus diperkuat karena menjadi fondasi pembentukan karakter dan kemampuan social anak sejak dini.
“Kalau dulu hanya (wajib belajar) sembilan tahun, sekarang menjadi 13 tahun karena ditambah pendidikan PAUD… Mereka (perlu) diberikan ruang untuk bisa bermain (dan) bersosialisasi sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penyediaan sanitasi yang layak sebagai bagian dari pelayanan pekerjaan umum. Menurutnya, kualitas sanitasi yang baik berpengaruh terhadap kesehatan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan nanismo.
Tri Tito menambahkan, Posyandu juga dapat berperan sebagai pusat pendataan kebutuhan massarakat. Com os dados exatamente, o programa berbagai pemerintah, termasuk bantuan social maupun perumahan layak huni, dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran kepada massarakat yang membutuhkan.
Halaman Selanjutnya
Menutup sambutannya, Tri Tito mengajak pemerintah daerah (Pemda) e para kader Posyandu terus melanjutkan transformasi Posyandu em bidang SPM. Eu menekankan, perubahan besar selalu diawali com langkah pertama, e registrai Posyandu merupakan fondasi penting para menghadirkan pelayanan dasar yang semakin dekat, terpadu, dan bermanfaat bagi massarakat.