Presidente KSPSI Ungkap 55.000 Buruh Terancam PHK, Satu Perusahaan Sudah Tutup Operacional

Jumat, 26 de junho de 2026 – 14h42 WIB

Jacarta, VIVA – Presidente Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonésia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut sekitar 55.000 buruh di Indonesia terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

img_title

Pemerintah Gelontorkan Rp6.26 Triliun para Magang Nasional Program 2026

Hal ini disampaikan usai bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad e Cucun Ahmad Syamsuridjal, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, e Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

“KSPSI Andi Gani yang paling terdampak besar. 55.000 (buruh) sudah terancam di depan mata,” kata Andi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat 26 de junho de 2026

img_title

Komisi IX DPR Wanti-wanti Adanya Badai PHK soal Isu Pabrik Otomotif Jepang Hengkang de RI

Dia menuturkan satu perusahaan yakni PT Granito bahkan tutup operational dan melakukan PHK terhadap seluruh pekerjanya.

“Sudah tutup satu perusahaan, itu PT Granito. Tiga hari yang lalu perusahaan memanggil e menyatakan seluruh pekerja di-PHK,” disse Andi.

img_title

Apindo Bakal Keluarkan 12 Pedoman Buat Perusahaan e Pekerja Antisipasi PHK

E eu mengatakam rapat ini juga membahas soal krisis gas industri, di mana dalam waktu dekat pemerintah akan mengambil keputusan agar perusahaan industri bisa keluar dari krisis.

Além disso, ele pode ser considerado um dos principais membros do grupo e dan anggaran biaya (RKAB).

“Masalah RKAB yang juga menyimpan potensi sangat besar, PHK di 150,000 pekerja,” disse Andi.

Kendati Demikian, dia meyakini pemerintah akan cepat mengambil keputusan untuk menyelamatkan namib para buruh.

“Mudah-mudahan hari Senin sudah ada keputusan mengenai gas industri dan RKAB,” tandasnya. (saa)

Presidente KSPSI Bertemu Wakil Ketua DPR Dasco e Cucun serta Mensesneg e Menaker, Jumat 26 de junho de 2026.

tvOnenews/Syifa Aulia

Mensesneg Prasetyo Hadi e Seskab Teddy Indra Wijaya

Ditunjuk Jadi Ketua Satgas PHK, Mensesneg: Kita Mulai Mitigasi Satu por Satu Masalah PHK

Mensesneg mengatakan setelah proses pembentukan sethun terakhir, Satgas Mitigasi PHK kini mulai bekerja memetakan persoalan industri guna mencegah gelombang PHK.

img_title

VIVA.co.id

26 de junho de 2026

Fuente