Jumat, 26 de junho de 2026 – 08:35 WIB
Jacarta, VIVA – Jumlah korban meninggal akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat 26 de junho de 2026 às 07h00 WIB, sedikitnya 188 orang dilaporkan tewas.
Korban Tewas Gempa Venezuela Jadi 164 Orang
Sedangkan korban luka mencapai 1.500 orang. Selain itu, ribuan warga masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 200 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Warga bersama tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di bangunan-bangunan yang runtuh setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,2 e 7,5 mengguncang negara tersebut pada Rabu 24 Juni 2026 malam.
Basarnas Siap Kirim Tim Bantu Evakuasi Korban Gempa Venezuela
Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
Gempa tersebut menjadi yang terkuat di Venezuela em mais de 100 anos. Getarannya dirasakan hingga berbagai wilayah di negara itu, bahkan mencapai kawasan Amazon di Brasil sehingga memicu evakuasi sejumlah gedung.
Trump protesta contra Harga BBM Masih Tinggi
Sebagai respons atas bencana tersebut, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Kamis 25 de junho de 2026 memutuskan menangguhkan sebagian sanksi terhadap Venezuela hingga 23 Oktober.
Isso significa que você pode fazer uma grande transação que pode ser realizada com dinheiro e dinheiro.
A televisão pemerintah Venezuela também menayangkan proses penyelamatan dramatis terhadap seorang perempuan yang tertimpa lempengan concreto. Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup setelah sebelumnya hanya telapak kakinya yang terlihat dari balik puing.
Meski demikian, atividades pencarianas de luar Caracas masih terbatas. Wilayah pesisir La Guaira menjadi daerah com kerusakan e jumlah korban paling besar.
Bandara utama Venezuela yang berada di kawasan tersebut ikut mengalami kerusakan dan ditutup sehingga menghambat distribusi bantuan.
Bencana ini menjadi tantangan besar bagi Presidente Delcy Rodríguez yang mulai memimpin Venezuela sejak Januari setelah penangkapan Nicolas Maduro.
Di saat bersamaan, negá-lo masih menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari satu década.
Kelompok relawan pencarian e penyelamatan menyebut kondisi di lokasi terdampak sebagai situasi yang “berbahaya dan rumit”.
Pendiri Gray Bull Rescue, Bryan Stern, anunciou que Kendala Reklamasi foi eliminado durante o processo.
“Banyak orang terluka dan membutuhkan pertolongan, namun mereka bahkan tak bisa meminta bantuan. Orang-orang di lapangan membutuhkan segalanya. Mereka butuh pakaian. Mereka butuh communikasi. Mereka butuh tempat tinggal,” disse Stern, divulgado pela BBC, Jumat 26 de junho de 2026.
Halaman Selanjutnya
Gray Bull Rescue é uma organização que organiza a distribuição de recursos em todo o mundo, permitindo que a comunicação seja completa.