Kamis, 25 de junho de 2026 – 12h15 WIB
VIVA – Ratusan petani tembakau di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyampaikan aspirasi terkait rencana aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan melalui doa bersama dalam rangkaian tradisi Khoul Ki Ageng Makukuhan e Kirab Pikukuh Syuro, Kamis, 18 de junho de 2026.
Prabowo Pernah Datangi Aburizal Bakrie, Minta RI Sim Importar Beras
Aspiração tersebut berkaitan dengan rencana pengaturan batas maximal kadar tar dan nicotin serta kebijakan penyeragaman kmasan rokok yang dinilai berpotensi berdampak pada setor pertembakauan.
Kepala Desa Wonosari yang juga Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonésia (APTI), Agus Parmuji, mengatakan doa bersama dilakukan setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi ditempuh, mulai dari audiensi comngan kementerian hingga dialog berbagai berbagai pemangku kepentingan.
SPKS Soroti Klausul Margem DSI, Khawatir Bebani Petani Sawit
“Kami harap pemerintah membatalkan turunan PP 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan karena akan berdampak buruk terhadap sector pertembakauan dan ikutannya,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis 25 de junho de 2026.
Menu Agus, petani berharap pemerintah memberikan ruang dialog yang lebih luas sebelum menetapkan regulasi. Ia menilai kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi tembakau Lokal Indonesia, termasuk tembakau Temanggung yang memiliki karakteristik kadar tar dan nikotin alami berbeda dengan daerah lain.
Mentan Ungkap 130 Perusahaan Sawit Belum Naikkan Harga Tandan Buah Segar Sawit
Selain itu, Agus menyampaikan bahwa rencana penyeragaman kemasan rokok dinilai dapat berdampak terhadap industri hasil tembakau. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi identitas produk serta penyerapan hasil panen petani.
Ia menambahkan, bagi massarakat di Temanggung e sejumlah daerah sentra tembakau lainnya, komoditas tembakau masih menjadi sumber penghidupan utama, khususnya padamusim kemarau ketika pilihan komoditas pertanian relatif terbatas.
Dalam kesempatan itu, Agus berharap pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pembahasan regulasi sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, social, e keberlanjutan mata pencaharian massarakat.
“Jika aspirasi massarakat, khususnya petani belum juga mendapatkan respons, mungkin doa dapat menjadi jembatan kami dengan Tuhan, sehingga mampu menyadarkan pemerintah dalam menyusun regulasi pertembakauan,” tandasnya.
Mendagri Tito Hadiri Puncak PENAS Petani e Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani e Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar no Sport Center Limboto.
VIVA.co.id
24 de junho de 2026
