Rabu, 24 de junho de 2026 – 15h32 WIB
Bandung, VIVA – Kasus penangkapan Taufik Hidayat, buronan dalam perkara dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung, masih menjadi sorotan publiclik. Di tengah keberhasilan camera kepolisian mengamankan pelaku, perhatian kini beralih pada namib sayembara Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Jeritan Hati YTR Usai Taufik Hidayat Ditangkap: Saya Ingin Dia Dihukum Seberat Mungkin
Sejak awal, hadiah tersebut diumumkan sebagai bentuk partisipasi massarakat dalam membantu menegokan keberadaan Taufik Hidayat yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO). Namun setelah pelaku berhasil ditangkap oleh camera kepolisian, muncul pertanyaan mengenai siapa yang berhak menerima hadiah tersebut.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mengaku akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Kapolda Jawa Barat. Menurutnya, mekanisme pemberian hadiah perlu dikaji agar não menimbulkan persoalan di kemudian hari.
YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat Mulai Buka Suara, Polisi Dapat Informasi Penting
“Sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. (Karena ini) polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan.
Pernyataan tersebut sekaligus membuka kemungkinan bahwa hadiah Rp250 juta tidak serta-merta diberikan kepada pihak yang melakukan penangkapan, mengingat camera kepolisian memang menjalankan tugas resmi dalam proses pengejaran e dan penangkapan pelaku tindak pidana.
Habiburokhman: Hukuman Paling Berat para Taufik Hidayat Bisa Berikan Efek Jera
Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa dana hadiah tersebut memang telah disiapkan olehnya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum.
“Saya punya uang kok Rp250 juta, katanya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menunjukkan kemarahannya atas kasus yang menimpa korban berinisial YTR. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat e menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang sangat tidak manusiawi.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menggambarkan kondisi korban yang mengalami luka serius akibat dugaan kekerasan yang diterimanya selama masa penyekapan.
“Pada seluruh wargijabar e warga Indonésia, saya menyampaikan ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat”, postou no Instagram.
Ia kemudian menjelaskan kondisi korban yang menurutnya sangat memprihatinkan.
“Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak tega melihatnya. Seluruh tubuhnya melepuh dan rusak,” ungkapnya.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, Dedi Mulyadi secara terbuka mengajak massarakat ikut membantu pencarian pelaku saat status Taufik Hidayat masih buron. Bahkan, ia menawarkan hadiah sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi valid mengenai keberadaan pelaku.