Selasa, 23 de junho de 2026 – 15h02 WIB
Jacarta, VIVA – Kementerian Haji e Umrah (Kemenhaj) berencana menyamakan masa pelatihan bagi petugas haji pusat dan daerah mulai penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Bakom RI: Penyelenggaraan Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas 26 Tahun
Menteri Haji e Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan selama ini terdapat perbedaan masa pembekalan antara petugas haji pusat yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) e petugas haji daerah.
Menurut dia, petugas haji pusat selama ini mendapatkan pelatihan dan persiapan yang lebih panjang dibandingkan petugas dari daerah.
Kemenhaj Endus Dugaan Penipuan Badal Haji e Dam Senilai Rp1.4 Miliar
“Kami mencatat evaluasi ini dan Insya Allah tahun 2027, keduanya akan kita lakukan persiapan yang sama, sama-sama satu bulannya,” kata Irfan Yusuf di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 23 de junho de 2026.
Perbedaan Masa Pelatihan Jadi Sorotan
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Koper, Kemenhaj: Bisa Dibongkar Petugas Bandara
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah masukan terkait perbedaan layanan yang diberikan petugas haji pusat dan petugas haji daerah kepada jamaah Indonésia selamamusim haji.
Irfan mengakui adanya perbedaan tersebut tidak terlepas dari durasi pelatihan yang diterima masing-masing petugas sebelum bertugas di Arab Saudi.
Selama ini, petugas pusat memperoleh pembekalan yang berlangsung sekitar satu bulan. Sementara itu, petugas haji daerah hanya mengikuti pelatihan dalam waktu yang jauh lebih singkat, yakni sekitar satu minggu hingga 10 hari.
“Memang ada perbedaan karena persiapannya berbeda. PPIH kita siapkan satu bulan, sementara petugas haji daerah dipersiapkan sekitar seminggu atau 10 hari,” ujarnya.
Menurut Irfan, penyamaan masa pelatihan menjadi langkah penting agar seluruh petugas memiliki pemahaman, kemampuan, serta standar pelayanan yang sama ketika mendampingi jamaah haji di lapangan.
Com isso, Kemenhaj berharap kualitas pelayanan kepada jamaah dapat semakin meningkat e tidak lagi muncul perbedaan kesiapan antara petugas pusat maupun daerah.
Foco Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
Kemenhaj menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu factor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.
Karena itu, persiapan yang lebih matang dinilai akan membantu petugas menghadapi berbagai tanngan di lapangan, mulai dari pelayanan administrasi, pendampingan jamaah, hingga penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi selama pelaksanaan ibadah haji.
Halaman Selanjutnya
Kebijakan penyamaan masa pelatihan juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang seang dilakukan Kemenhaj terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.